PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 165 mahasiswa STKIP Syekh Manshur yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2023 mendapatkan asuransi kesehatan produk asuransi mikro dari BRI Life.
Produk asuransi mikro dari BRI Life memberikan perlindungan jiwa peserta asuransi dari risiko kecelakaan, kesehatan dan meninggal dunia.
Sebanyak 165 mahasiswa STKIP Syekh Manshur secara resmi telah diikutsertakan asuransi kesehatan sebelum diberangkatkan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di pelosok desa di Kecamatan Sobang dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Minhatul Ma’arif mengatakan, asuransi kesehatan diberikan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan selama mereka melakukan pengabdian di masyarakat.
“Mahasiswa menjalankan KKN selama 40 hari. Dan untuk pertama kalinya mahasiswa KKN kami berikan asuransi,” katanya, pada saat memberikan sambutan dalam pembukaan pelatihan KKN Tematik di Aula Syekh Manshur di Kadulisung, Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang, Rabu, 26 Juli 2023.
Minhatul menjelaskan, diasuransikan mahasiswa peserta KKN karena mobilitas di lapangan sangat tinggi. Hilir mudik menempuh perjalanan yang jaraknya cukup jauh.
“Terutama saat koordinasi kegiatan dengan pemerintah setempat. Untuk itu, kami pikir ini langkah yang tepat agar saat mereka sakit atau terjadi kecelakaan di perjalanan, kami sudah mengantisi,” katanya.
Minhatul yang juga saat ini terdaftar sebagai kandidat doktor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjelaskan, bahwa KKN STKIP Syekh Manshur dilaksanakan selama 40 hari dimulai dari pendidikan dan pelatihan (diklat), pelepasan, penarikan hingga lokakarya.
“Mahasiswa yang KKN terbagi dua skema. Sebanyak 155 mengikuti KKN institusi terbagi kedalam 11 desa yang ada di Kecamatan Sobang dan Panimbang, dan 10 orang mahasiswa mengikuti KKN kolaborasi Nasional bersama LLDIKTI Wilayah IV,” katanya.
Sedangkan terkait penentuan lokasi KKN, Minhatul mengaku, sudah berkordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten. Bertujuan agar memiliki data awal terkait desa tertinggal, berkembang dan mulai berkembang.
“KKN ini sebagai wujud partisipasi kami, dari perguruan tinggi untuk mendorong pemerintah mengembangkan desa. Untuk itu kami memilih lokasi-lokasi yang disarankan,” katanya.
Lokasi menjadi fokus sasaran sesuai dengan tema KKN, yaitu Bersinergi mengembangkan desa melalui pendidikan dan kewirausahaan. Mereka nantinya mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan (DPL) wajib membuat publikasi ilmiah dari satu permasalahan yang diselesaikan dari hasil pengabdian mereka di masyarakat.
“Kami berharap selama 40 hari KKN, dapat meyelesaikan minimal 165 permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Oleh karenanya kecakapan, kepedulian, bimbingan DPL sangat diperlukan dan dibutuhkan,” katanya.
Ketua STKIP Syekh Manshur Salman Sunardi menitipkan, pesan kepada mahasiswa akan melaksanakan KKN agar menjaga adat istiadat masyarakat setempat.
“Kalian membawa nama baik kampus jadi tetap jaga sopan santun. Dan hormati adat istiadat di desa di mana menjadi lokasi KKN,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi










