TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Tangsel menganggap Walikota Tangsel Benyamin Davnie sudah maksimal membela tenaga honorer selama ini.
Ketua FHI Kota Tangsel, Azis mengatakan sejauh ini Walikota Tangsel telah berupaya memperjuangkan nasib ribuan tenaga honorer di Tangsel untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak atau P3K.
Kendati demikian, karena kewenangan penuh ada di tangan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), maka pihaknya tidak bisa menuntut banyak dan memaklumi upaya Walikota selama ini.
“Walikota Tangsel sudah maksimal membela kami. Persoalannya, kan kewenangan menghapus honorer dan mengangkat tenaga honorer ada di tangan pemerintah pusat,” ujar Azis, Kamis 27 Juli 2023.
Azis mengaku, pihaknya percaya dengan komitmen Walikota Tangsel dalam memperjuangkan nasib honorer, hal itu dapat terlihat dari statement-statement Walikota di media yang tegas mendorong pengangkatan seluruh honorer mejadi P3K.
“Kami tetap optimis, karena tanpa rundingan dengan kita, Walikota selalu berstatement dengan wartawan untuk mau mengangkat kita jadi P3K. Bahkan terakhir Pak Wali berstatement di Radar Banten, berharap teman-teman honorer semuanya diangkat P3K,” ujar Azis.
Menurut Azis, Walikota Tangsel telah memahami kegalauan seluruh tenaga honorer. “Dengan statement yang ingin mengangkat seluruh tenaga honorer menjadi P3K, artinya pak Wali memahami kegalauan pekerjanya,” tandasnya.
Sebelumnya, Walikota Tangsel Benyamin Davnie berharap seluruh honorer Tangsel yang jumlahnya berkisar 12 ribu orang dapat diangkat seluruhnya menjadi P3K.
“Saya harapkan mereka bisa diangkat menjadi P3K semuanya, itu aja harapannya,” ujarnya, Jumat, 21 Juli 2023.
Benyamin menegaskan hingga saat ini dirinya masih menunggu arahan Kemenpan RB, terkait penghapusan honorer dan pengalihan status mereka dengan opsi P3K dan kerja part time.











