CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Salah satu peserta Seleksi Komisaris Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri menilai panitia seleksi (pansel) jabatan tinggi bank milik Pemkot Cilegon itu inkonsisten.
Pansel Komisaris BPRS Cilegon Mandiri dinilai tidak konsisten dengan ketentuan yang telah dibuatnya sendiri pada saat melakukan proses tahapan penjaringan komisaris dari unsur pemerintah daerah dan unsur independen.
Menyikapi hal tersebut, Anggota Pansel Komisaris BPRS Cilegon Mandiri Aziz Setia Ade Putra angkat bicara. Menurutnya, Pansel telah konsisten dan menjalankan seleksi sesuai aturan.
Aziz menjelaskan, Pansel telah mengetahui tudingan tidak konsisten tersebut.
Peserta yang menilai Pansel tidak konsisten dan diskriminatif adalah Hendra Aji Purnama.
Peserta tersebut menilai Pansel tidak konsisten karena dicpengumuman tidak menuliskan secara spesifik sertifikasi yang disyaratkan.
Menurut Aziz, seharusnya setiap peserta memahami sertifikat kompetensi kerja yang dimaksud dalam pengumuman adalah sertifikasi komisaris, bukan yang lain.
“Kan sudah jelas, kita pengumuman untuk penerimaan atau seleksi dewan komisaris, itu kan jelas untuk pemilihan komisrasis. Adapun yang ,dimaksud sertifikasi di pengumuman itu yah pasti mengacu ke arah itu. Jangan sampai, misalkan sertifikasi menjahit, atau keahlian pemeriksaan internal, gak nyambung, karena yang kita butuhkan komisaris, bukan auditor. Itu sudah jelas,” papar Aziz, Rabu, 2 Agustus 2023.
Soal tudingan diskriminatif, Aziz menjelaskan bagian mana yang dimaksud diskriminatif.
Dari 12 peserta hanya tiga orang yang dinyatakan lulus karena memiliki sertifikasi sesuai dengan dipersyaratkan.
“Jadi tidak ada yang namanya diskriminatif atau tidak konsisten, sudah konsisten, sudah jelas kok, masa mau mencari komisaris keahliannya auditor, itu berbeda,” papar Aziz.
Dijelaskan Aziz, rangkaian seleksi komisari BPRS Cilegon Mandiri sudah sesuai dengan segala ketentuan, baik Permendagri maupun Otoritas Jasa Keuangan.
“Kita benar-benar cari yang profesional karena kita ingin ke depan BPRS lebih sehat lagi, lebih maju supaya nanti bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah,” ujarnya. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Aas Arbi











