LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tahun 2023 ini mengalokasikan dana bantuan tidak terduga (BTT) untuk penanganan bencana alam sebesar Rp28,73 miliar.
Asisten daerah (Asda) II bidang Ekonomi dan pembangunan (Ekbang) Setda Lebak Ajis Suhendi mengatakan, dana BTT untuk penanggulangan bencana alam tahun ini dianggaralan Rp28,7 miliar mengingat wilayah Kabupaten Lebak merupakan zona merah bencana longsor, angin kencang, gempa bumi, dan tsunami.
“Lebak merupakan zona rawan becana alam, dimana hampir sebagian besar daerah di Lebak merupakan daerah rawan bencana. BTT juga termasuk Bansos Tidak Terduga,” katanya, Minggu 6 Agustus 2023.
Dia mengatakan, anggaran BTT tahun ini dibanding dengan tahun 2022 mengalami penurunan. Dimana tahun lalu BTT mencapai Rp 33,51 miliar.
“Penurunan dikarenakan penyesuaian anggaran, terus covid 19 sudah melandai,” ujarnya.
Menurut mantan Kabag Adpem Pemkab Lebak ini, cuaca ekstrem akibat el nino yang terjadi di Indonesia berpotensi menyebabkan terjadinya bencana alam di daerah.
Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung.
“Tentunya, jika masyarakat lengah, khawatir bencana alam yang terjadi dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil yang besar. Karena itu kami terus mengingatkan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terlebih bila hujan turun dengan intesitas tinggi,” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Feby Rizky Pratama mengatakan, saat ini Kabupaten Lebak tengah memasuki nusim kemarau.
Menurutnya, kekeringan tahun ini selain disebabkan masuknya musim kemarau, juga akibat dampak dari fenomena El Nino.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan program jangka pendek, dengan menyalurkan distribusi air bersih dengan tanki air kepada penduduk yang mengalami kesulitan air bersih di sejumlah Kecamatan.
“Kita terus berkoordinasi dengan kecamatan. Bagi masyarakat yang kesulitan mendapat pasokan air bersih bisa menghubungi Kepala desa yang diteruskan kepada camat setempat,” katanya.
Berdasarkan peta rawan bencana di Kabupaten Lebak dari 28 Kecamatan di Lebak ada 16 belas kecamatan di Lebak rawan bencana kekeringan sekaligus berpotensi menimbulkan rawan krisis air bersih.
Yakni Kecamatan Muncang, Cirinten, Maja, Curugbitung, Leuwidamar, Cimarga, Kalanganyar, Cileles, Gunung Kencana, Banjarsari, Malingping, Wanasalam, Cihara, Bayah, Cilograng dan Cibadak.
Reporter: nurabidin
Editor: Abdul Rozak











