SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kurikulum Merdeka yang direncanakan di tahun ajaran baru 2024 dinilai memberikan kebebasan kepada siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Terlebih, Kurikulum Merdeka juga dapat memberikan improvisasi dalam kegiatan belajar mengajar.
Demikian hal itu diungkapkan oleh anggota DPR RI Komisi X Ali Zamroni.
Ia menjelaskan, Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang memberikan kebebasan kepada siswa dan guru atau sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. “Jadi tidak terpaku secara text book namun memberikan improvisasi dalam pembelajaran,” ujarnya, Jumat 18 Agustus 2023.
Ia mengatakan, Kurikulum Merdeka berbeda dengan yang sebelumnya. Bahkan, Kurikulum Merdeka dinilai dapat menguatkan mental kepada siswa dalam proses belajar mengajar.
“Ini kan memberikan penguatan secara mental kepada siswa yang kemudian selama ini siswa selalu harus menghafal dari sekian banyak pelajaran. Kalau kurikulum merdeka tidak,” katanya.
“Mereka memberikan project-project berupa bagaimana melakukan diskusi, menyelesaikan sebuah masalah dengan cara tidak terpaku pada sebuah text. Saya menganggapnya ini kemajuan yang luar biasa karena tuntutan zaman dan teknologi,” ucapnya.
Ia menuturkan, selama ini sudah hampir 300 ribu sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia dari berbagai jenjang telah menerapkan Kurikulum Merdeka.
“Sudah satu tahun lebih kita lakukan percobaan. Alhamdulillah mereka positif, bahwa ini adalah jalan keluar. Dan InsyaAllah tahun 2024 untuk ada uji coba atau sosialisasi selama dua tahun terkait kurikulim Merdeka. Ini mudah-mudahan menjadi kurikulum nasional, menggantikan kurikulum 2013,” tuturnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor : Aas Arbi











