SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov DKI menginventarisir industri-industri yang berkontribusi kepada polusi udara. Hal itu diungkapkan Pj Gubernur Banten Al Muktabar usai melakukan rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat, 18 Agustus 2023.
Kata Al, rapat dengan Menko; Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; serta tamu undangan lainnya merupakan tindak lanjut dari rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.
“Khusus untuk Banten ada beberapa hal dan memang sebenarnya kita sudah mengambil langkah-langkah sejak itu rapat terbatas dengan Presiden,” ujarnya.
Salah satunya, dengan mulai menginventarisir industri-industri yang berkontribusi terhadap polusi udara khususnya Particulate Matter (PM 2.5), yakni partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µm (mikrometer).
Dalam rapat itu juga terungkap bahwa untuk meningkatkan kualitas udara, pengendalian emisi harus berfokus pada sektor transportasi, industri, dan pembangkitan listrik.
Polusi terbesar disumbang oleh transportasi, industri, dan pembangkit listrik.
Namun, transportasi menyumbang lebih dari 60 persen polusi.
Sumber polusi Jakarta dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan, industri, dan PLTU.
Dari sisi transportasi, kendaraan bermotor DKI terdiri dari 17,3 juta sepeda motor; 3,8 juta mobil penumpang; 748 ribu truk; dan 37 ribu bus.
Dari sisi industri, ada kurang dari 10 pabrik semen di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat; kurang dari 120 industri manufaktur barang kimia; kurang dari 170 industri manufaktur karet dan plastik; dan kurang dari 1.300 industri manufaktur lainnya di DKI.
Selain itu, dari pembangkit listrik, ada PLTU di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Jumlahnya ada 13 PLTU batu bara dan kapasitasnya 10,8 giga Watt dari ke-13 PLTU tersebut.
“Kita menginventarisir. Nah dari ciri-ciri industri itu kita sedang mendalami yang berbasis bahan bakar batu bara,” ungkap Al. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono











