SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 8.799 warga Kota Serang masuk dalam kategori miskin ekstrem berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Dari delapan ribu lebih warga Kota Serang tersebut, paling banyak berada di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang.
Operator Data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Reiza Rusman Wijaya mengatakan, pihaknya akan melakukan verifikasi data tersebut ke lapangan untuk memastikan bahwa ribuam warga itu benar masuk kategori miskin ekstrem.
“Diindikasikan ada 8.799 keluarga di situ. Itu yang akan menjadi sasaran untuk dilakukan verifikasi. Dari data tersebut kita belum yakin, adakah masyarakat yang mengalami kemiskinan ekstrem atau tidak,” ujarnya usai melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para pendamping PKH, Kamis, 24 Agustus 2023
Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan kecocokan data tersebut dengan dipadukan melalui verifikasi, serta penerima bantuan sosial atau Bansos.
“Kegiatan untuk melakukan pelaksanaan penghapusan kemiskinan ekstrem akan kita padankan datanya. Dari data yang diterbitkan oleh Menko PMK, itu kita lakukan verifikasi dan kita padukan dengan data penerima Bansos,” katanya.
“Ada kemungkinan di data kemiskinan ekstrem itu sudah tertangani dengan bantuan sosial yang diluncurkan Pemerintah. Sisanya kita akan verifikasi, apakah status kesejahteraanya belum atau tidak,” tambahnya.
Ia menjelaskan, kemiskinan ekstrem yang masuk dalam kategori desil 1 harus segera diselesaikan pada tahun 2024.
Desil 1 merupakan rumah tangga yang masuk dalam kelompok 1-10 persen dan merupakan tingkat paling rendah kesejahteraannya secara nasional.
“Kita akan eksekusi dari data 8.799 oleh petugas yang ada di Kelurahan. Karena Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 itu jelas, ketika kita dapat data untuk penyelesaiannya itu di tahun 2024 harus sudah selesai di desil 1 fokusnya,” ucapnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











