SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat sepanjang tahun 2023 terdapat 95 temuan kasus baru HIV AIDS di wilayahnya. Bahkan dari data tersebut dua orang dinyatakan meninggal dunia.
Data tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap populasi yang beresiko tinggi atau populasi kunci terkena HIV.
Diketahui ada sebanyak empat kelompok masyarakat yang beresiko tinggi terkena HIV AIDS yakni laki-laki seks laki-laki (LSL), waria, wanita pekerja seks dan pengguna narkoba jarum suntik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang Istianah Hariyanti mengatakan, selain melakukan pemeriksaan terhadap empat populasi kunci, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap tiga kelompok lainnya seperti ibu hamil, pasien dengan TB paru dan pasien infeksi menular seksual.
“Jadi harus diperiksa semua ibu hamil, gunanya untuk mencegah penularan dari ibu kepada anaknya, sasaran kita masuk dalam standar pelayanan minimal (SPM),” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Kamis 24 Agustus 2023.
Selama Januari hingga Juli 2023, pihaknya sudah melakukan pengecekan tes HIV terhadap 17 ribu orang yang masuk dalam SPM.
“Target kita tahun ini yakni memeriksa 44.092 masyarakat yang masuk ke tujuh kelompok tersebut di Kabupaten Serang. sampai Juli kemarin capaian kita baru 17 ribu atau sekitar 39 persen,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut pihaknya menemukan sebanyak 95 kasus baru HIV AIDS di Kabupaten Serang dengan 2 orang meninggal dunia.
“Di tahun 2023 sampai dengan bulan Juli sudah menemukan 75 kasus HIV, lalu 18 kasus AIDS dan ada dua orang yang meninggal dunia,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai adanya dugaan pegawai pemerintah yang meninggal akibat HIV AIDS pihaknya enggan untuk memberikan jawaban. “Untuk identitas tidak bisa kita buka karena HIV AIDS ini sangat rentan mendapatkan diskriminasi dan stigma negatif. Yang jelas tahun ini ada dua orang yang meninggal dunia,” jelasnya.
Dari 95 temuan kasus baru HIV AIDS tersebut, kasus terbanyak ditemukan dari pasien RSUD dr Drajat Prawiranegara dengan 41 kasus, lalu Puskesmas Ciruas 12 kasus, Puskesmas Petir 6 kasus, Puskesmas Anyar 6 kasus, dan Puskesmas Kibin 4 kasus.
Selain itu, di RS Hermina, Puskesmas Waringinkurung dan Puskesmas Jawilan masing-masing tiga kasus. Lalu di Puskesmas Tunjungteja, Puskesmas Baros, Puskesmas Lebak Wangi, Puskesmas Kragilan dan Puskesmas Puloampel masing-masing dua kasus. Selanjutnya di Puskesmas Kramatwatu, Pontang, Padarincang, Pamarayan, Cinangka, RS kurnia, dan Puskesmas Tanara masing-masing satu kasus. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











