TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah dokter spesialis ortopedi tulang pada anak di Indonesia rupanya masih sangat sedikit. Dengan luas wilayah Indonesia dan banyaknya rumah sakit yang ada, jumlah dokter spesialis ortopedi anak di Indonesia hanya 22 orang.
Menurut dr Patar Pamonangan Oppusunggu, Sp.OT (K), konsultan Pediatrik Eka Hospital BSD Tangsel, ia menjadi satu-satunya dokter spesialis ortopedi anak yang ada di Provinsi Banten.
Menurut Patar, jumlah dokter ortopedi anak di Indonesia memang masih sedikit. Hal itu terjadi karena belum adanya sekolah khusus spesialis ortopedi untuk anak di Indonesia. Menurutnya, 22 dokter ortopedi anak yang ada di Indonesia merupakan dokter lulusan luar negeri.
“Spesialis ortopedi anak sekolahnya belum ada di Indonesia, baru ada setahun yang lalu, jadi 22 dokter ortopedi anak yang ada di Indonesia saat ini semuanya belajar di luar negeri,” ungkap Patar yang lulus sekolah dokter ortopedi anak di Mumbai, India, Kamis 24 Agustus 2023.
Patar mengatakan, 22 dokter spesialis ortopedi anak yang lulus diluar negeri kemudian dilakukan sertifikasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk melakukan praktek di rumah sakit.
“Jadi sebegitu susahnya menjadi dokter ortopedi anak, makanya jumlahnya hanya 22 orang,” jelasnya. Menurut Patar, dengan jumlah dokter ortopedi anak yang masih minim tersebut, maka tiap provinsi di Indonesia tidak memiliki dokter spesialis ortopedi anak.
“Kalau dari jumlah aja sudah pasti tidak mungkin ada di semua Provinsi di Indonesia. Belum lagi banyak yang berkumpul di Jakarta,” ujar pria lulusan Fakultas Kedokteran UI ini.
Patar mengakui bahwa dengan sedikitnya jumlah dokter spesialis ortopedi anak di Indonesia, maka pelayanan untuk menangani penyakit tulang pada anak belum merata. “Jadi pelayanan ortopedi anak belum merata,” tukasnya.
Patar mengatakan, jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya, negara India yang jumlah penduduknya lebih banyak dari Indonesia, jumlah dokter ortopedi anaknya sudah mencapai 400 orang.
Menurut Patar, penanganan penyakit tulang pada anak pada kasus tertentu tidak bisa dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi umum yang kompetensinya terbatas, oleh sebab itu penanganan penyakit tulang pada anak harus dilakukan oleh dokter ortopedi anak yang memang memiliki ilmu jauh lebih luas mengenai penyakit anak.
“Kalau penyakit tulang anak harus dilakukan operasi, tidak mungkin dilakukan ortopedi umum, harus ortopedi khusus anak,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Abdul Rozak











