SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak tiga mahasiswa asal UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berhasil lolos Beasiswa Indonesia Bangkit pada Beasiswa Non Gelar MoRA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) 2023 yang diselenggarakan pada 5 hingga 14 Juli 2023 lalu.
Sebanyak Tiga mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berhasil lolos program MOSMA yang nantinya akan mengikuti perkuliahan diperguruan tinggi luar negeri selama satu semester yang akan dimulai pada September 2023.
Ketiga mahasiswa itu yakni Huliyatul Jannah mahasiswa dari jurusan Tadris Bahasa Inggris lulus beasiswa ke Amerika, Ghina Ramadhaniyanti dan Aini Fitrota Millati Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab lulus beasiswa ke Tunisia atau Maroko.
Untuk lolos beasiswa tersebut, tentunya mereka harus bersaing dengan ratusan mahasiswa lain yang berasal dari Perguruan Tinggi Islam (PTI) se-Indonesia, baik negeri maupun swasta.
Ghina Ramadhanianty mengatakan, dirinya sangat bersyukur bisa lolos dan mendapatkan kesempatan untuk pergi belajar di Maroko selama satu semester ke depan.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali, karena ini seleksi dari beberapa PTKIN se-Indonesia. Tidak lah mudah untuk mendapatkan ini (beasiswa). Tentunya ini doa dari orangtua dan para dosen,” ujar Ghina saat mengunjungi Kantor Graha Pena Radar Banten, Jumat 25 Agustus 2023.
Menurut Ghina dan Arini, proses untuk bisa lolos beasiswa MOSMA tersebut cukup panjang dan mereka bersyukur mendapatkan support dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dalam prosesnya.
“Pertama seleksi berkas tidak semua mahasiswa yang ikut beasiswa ini lolos, karena banyak yang kami upload, dan ada tes bahasa Toafl dan Toefl. Kami juga disupport oleh Fakultas Tarbiyah yang menaungi kami untuk mengikuti tes TOAFL di Pusat Bahasa Falultas Tarbiyah,” kata Arini.
Mereka juga mengaku, untuk persiapannya berangkat ke Maroko dan mengenyam pendidikan di Universitas Ibnu Tufail, mereka telah mempelajari terkait budaya Timur Tengah dan kultur akademik di Maroko.
“Karena kami membawa nama UIN SMH Banten dan membawa nama Indonesia. Kami sedikit belajar tentang budaya di Maroko, kultur akademik di Maroko. Sehingga nantinya kita tidak kaget dan bisa menyesuaikan selama satu semester di sana,” ucap Arini.
Mereka juga mengajak kepada mahasiswa lain khususnya UIN SMH Banten untuk tetap semangat dalam belajar. Pasalnya, saat ini banyak peluang terbuka lebar dan bisa didapatkan untuk beasiswa ke luar negeri. Terlebih, jika mahasiswa mampu menguasai Bahasa Arab dan Inggris.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Abdul Rozak











