SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seluas 1.145 hektare lahan pertanian di Kabupaten Serang terdampak kekeringan. Dari jumlah itu seluas 133 hektare mengalami puso atau gagal panen.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Yuli Saputra menjelaskan, setiap harinya selalu ada laporan yang masuk mengenai lahan sawah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Serang.
“Sampai dengan tanggal 15 September itu ada peningkatan sekitar 66 hektare. Jadi totalnya sekarang itu yang kena kekeringan 1.145 hektare,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Minggu 17 September 2023.
Dari jumlah lahan yang kekeringan tersebut, ada sebanyak 133 hektare lahan yang mengalami puso dan tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Serang. “Sekarang meningkat banyak jadi yang puso 133 hektare yang tersebar di Kecamatan Padarincang, Tanara, Ciruas, Lebakwangi, Jawilan, Pamarayan dan Kopo,” jelasnya.
Ia pun memprediksi jumlah lahan yang mengalami kekeringan akan terus bertambah lantaran ketersediaan air untuk pengairan sawah semakin menipis dan belum adanya hujan yang terjadi. “Nanti dalam periode ini nampaknya ada kemungkinan kasus kekeringannya nambah lagi. Ada kemarau panjang ya kemudian ada El Nino itu sehingga banyak lokasi-lokasi kita yang memang tidak ada sumber airnya nah kondisi yang tidak ada sumber air ini yang tidak tertolong,” jelasnya.
Untuk wilayah yang masih memiliki sumber air, pihaknya mengupayakan melakukan penyedotan air dengan menggunakan pompa agar sawah warga tetap dapat teraliri air. “Yang ada sumber airnya kami menyediakan pompa jadi kita sediakan baik untuk pompa Alkon kemudian pompa 4 in yang penting di lokasi pertamanya itu benar-benar ada sumber airnya,” jelasnya.
Sementara itu, untuk wilayah yang tidak memiliki sumber air, pihaknya sedang mengupayakan mengajukan bantuan ke Kementerian Pertanian untuk dibuatkan sumur agar dapat memanfaatkan sumber air tanah dangkal.
Pihaknya mengaku sudah mengajukan data-data wilayah mana saja yang mengalami kekeringan di Kabupaten Serang ke kementrian. Selanjutnya pihaknya menunggu tindak lanjut dari kementrian untuk melakukan pembuatan sumur untuk pemanfaatan sumber air tanah dangkal.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











