CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon mengklarifikasi soal telepon kebakaraan di Cilodan, Kecamatan Ciwandan, yang dianggap becandaan.
Kepala Seksi Inspeksi dan Investigasi Hafid menjelaskan, pada Selasa 19 September dini hari sekira pukul 01.00 petugas piket usai kegiatan di Pulomerak mendapatkan telepon soal informasi adanya kebakaran di Ciwandan.
Namun pihak yang memberikan informasi itu tidak memberikan informasi detail soal lokasi kejadian.
Petugas kemudian meminta kontak yang dihubungi guna meminta lokasi kejadian di google map sebagai panduan petugas ke lokasi.
Namun, kontak yang diberikan itu saat dihubungi petugas dalam keadaan tidak aktif.
“Karena itu yang petugas piket berasumsi jika telepoon itu becandaan,” ujar Hafid, Kamis 21 September 2023.
Menurur Hafid, adanya informasi bohong soal kebakaran beberapa kali dialami oleh personel di Pemadam Kebakaran. Dimana saat tiba di lokasi kebakaran yang dilaporkan tidak ada.
“Jadi ini persoalan mis komunikasi antara tim yang piket dengan pihak yang melalorkan,” ujarnya.
Hafid juga mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan kontak yang diberikan ke petugas dalam keadaan aktif hingga petugas tiba di lokasi.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Cilegon Ahmad Muiz menjelaskan, guna meminimalisir kembali terjadinya mis komunikasi dan percepatan pelayanan sedang mengusulkan untuk dibangunnya sistem informasi yang terintegrasi.
Dengan sistem itu, saat ada informasi peristiwa darurat, hanya dengan tekan satu tombol semua stakeholder seperti personel pemadam kebakaran, relawan kebakaran, masyarakat ataupun stakeholder terkait lainnya bisa menerima informasi itu dengan cepat, dan melakukan penanganan cepat.
“Saya berharap usulan IT Terintegrasi tersebut dapat direalisasikan pemerintah daerah karena ini penanganan dini,” ujarnya.
Selain itu, perlu adanya sosialisasi dan pelatihan ke semua sektor guna mengetahui upaya pencegahan dan penangan awal saat terjadi peristiwa kedaruratan.
Muiz juga berharap ada dukungan dari semua kalangan industri dan Damkar agar dapat saling menunjang dalam rangka penanganan kebakaran, speperti penyimpanan Pos Damkar, Karyawan Pemadaman, Sarpras Pemadaman baik Armada Pemadaman maupun penunjangnya, agar bisa menangani persoalan lebih cepat dan meminimalisir dampak buruk yang lebih besar. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor : Merwanda











