SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jalan akses utama menuju kawasan pertanian di Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang dibangun. Sehingga, petani lebih mudah mengangkut hasil panennya.
Kepala Desa Kaserangan, Nurdin, mengatakan jika luas lahan pertanian yang ada di desanya mencapai 750 hektare.
“Di pertanian itu mayoritas, bahkan mencapai 80 persen warga berprofesi sebagai petani. Mata pencarian utama warga. Kami memprioritaskan pembangunannya di Desa Kaserangan,” katanya, Selasa, 3 Oktober 2023.
Untuk itu, pihaknya berupaya untuk mengakomodir aspirasi para petani dengan membangun jalan-jalan menuju wilayah pertanian guna memudahkan para petani untuk mengangkut hasil panennya.
“Karena mayoritas warga Kaserangan usahanya petani, sehingga memudahkan para petani untuk mambawa hasil panen dan pupuk yang dulunya dipanggul, sekarang bisa menggunakan sepeda motor,” katanya.
Tahun ini, pihaknya membangun sepanjang 500 meter jalan usaha tani di Kampung Katiban, RT 10 RW 04, Desa Kaserangan.
“Untuk panjangnya 500 meter dengan lebar 1,5 meter dengan menggunakan anggaran Dana Fesa tahun 2023,” imbuhnya.
Ia mengatakan jika di wilayahnya ada 5.000 meter jalan usaha yang menjadi jalur utama bagi para petani untuk mengangkut hasil pertanian. Sementara, yang sudah dibangun baru sekitar 1.500 meter.
Untuk itu, ia meminta kepada seluruh pihak untuk ikut membantu pembangunan di wilayahnya lantaran apabila menggunakan Dana Desa membutuhkan waktu yang sangat lama.
“Masih banyak yang belum terbangun karena di kita mencapai 5.000 meter lebih, sementara yang baru terbangun baru 1.500 meter, jadi masih banyak PR,” jelasnya.
“Kami berupaya untuk menuntaskan seluruh dapat terbangun. Syukur-syukur ada dinas terkait yang ikut membangun karena kalau hanya menggunakan Dana Drsa kayaknya lama,” imbuhnya.
Salah satu warga, Nurudin mengaku sangat bersyukur karena jalan akses menuju sawahnya saat ini dibangun. Ia mengatakan jika hal tersebut dapat mempermudah para petani untuk mengangkut hasil panennya.
“Kami merasa sangat bahagia karena jalan ini sudah rusak sejak puluhan tahun belum ada pembangunan. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih karena jalan ini sekarang sudah dibangun,” jelasnya
Ia mengatakan, sebelum dilakukan pembangunan kondisi jalur tersebut sangat memprihatinkan. Bahkan, apabila terjadi hujan, kendaraan sangat sulit masuk mengangkut hasil panen.
“Tadinya parah, kalau sebelum ada jalan ini mikul dari tengah sawah hingga pinggir jalan. Kondisinya motor tidak bisa masuk karena rusak parah apalagi membawa hasil panen,” katanya.
Ia berharap agar ke depannya banyak kebijakan-kebijakan yang berpihak pada para petani sehingga dapat semakin maju dan berkembang.
“Semoga bisa membantu petani untuk menangani masalah kesulitan air. Bisa menyiapkan sumber-sumber air untuk petani,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhank
Editor: Agus Priwandono











