TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kemarau panjang yang melanda wilayah Indonesia beberapa bulan terakhir berimbas pada naiknya harga beras di Kota Tangerang.
Terbaru, imbas dari musim kemarau tersebut membuat harga beras jenis IR 42 (beras pera) di Pasar Bersih Malabar tembus Rp14 ribu per liter.
Desy, salah seorang pedagang sembako di Pasar Bersih Malabar mengatakan, kenaikan harga beras jenis IR 42 sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.
“Kenaikan harga beras jenis IR 42 sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Penyebabnya karena petani gagal tanam akibat kekeringan yang melanda wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah,” ujarnya, Senin 9 Oktober 2023.
Desy mengaku, akibat naiknya harga beras tersebut berakibat lamanya stok beras miliknya habis terjual. Ia pun hanya bisa pasrah atas kenaikan harga tersebut.
“Akibat naiknya harga beras, stok beras saya sekarang jadi lama habisnya. Biasanya sebulan habis sekarang lebih dari sebulan belum habis,” keluhnya.
Ia pun berharap agar Pemkot Tangerang segera bergerak cepat menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.
“Saya berharap agar pemerintah menstabilkan harga agar perekonomian kembali lancar. Sekarang pembelinya sedikit sedikit,” tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Mudhorun mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Bulog Cabang Kantor Tangerang sejak 11 September hingga 4 Oktober kemarin sudah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) khusus beras SPHP di 40 kelurahan di 13 kecamatan.
Hasilnya, 20.700 kilogram atau 4.140 karung beras 5 kilogram berhasil didistribusikan dengan harga Rp52 ribu atau Rp10.400 per liternya. Yakni, harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran.
“Sebulan penuh DKP menggelar Gerakan Pangan Murah khusus beras, satu kecamatan dengan tiga kelurahan secara berkala. Setiap lokasi, selalu mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat, dan selalu ludes terjual dalam waktu 30 menit saja. Padahal setiap lokasi, kami turunkan 100 karung atau 500 kilogram,” ujar Muhdorun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, dalam keterangan resminya, Jumat, 6 Oktober 2023.
Ia pun menjelaskan, GPM khusus beras SPHP ini sepertinya akan kembali digelar di lokasi-lokasi yang belum terjamah. “Penyaluran beras SPHP akan terus digelar selama harga beras dipasaran masih tinggi. Ini ditujukan sebagai solusi untuk masyarakat yang kesulitan dengan harga beras yang tinggi,” pungkasnya.
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor : Aas Arbi











