PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Pandeglang melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) kembali melelangkan Pulau Liwungan kepada investor yang kedua kalinya setelah tahun sebelumnya tidak laku dilelangkan.
Pada tahun lalu, BPKD menawarkan harga lelang Pulau Liwungan kepada investor senilai Rp500 juta namun hingga akhir pengumuman lelang tidak ada investor tertarik mengembalikan berkas.
Namun memasuki tahun 2023, BPKD menurunkan harga penawaran lelang dari Rp500 juta menjadi Rp233 juta dengan harapan ada investor tertarik menanamkan investasi mengelola Pulau Liwungan.
Pulau Liwungan sendiri merupakan sebuah pulau yang kurang lebih memiliki luas 23 hektare dengan lokasi berada di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Bidang Barang Milik Daerah (BMD) pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pandeglang Andri Eka Permana mengatakan, tahun 2023 ini Pulau Liwungan kembali dilelangkan dengan harga penawaran Rp233 juta per tahun.
“Lelang Pulau Liwungan dilirik oleh tiga investor. Saat ini proses lelang masih berjalan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 12 Oktober 2023.
Tiga investor yang mengikuti lelang Pulau Liwungan yakni, PT Generasi Cipta Mandiri (GCM), PT Wahana Pundi Utama (WPU), dan PT Ghigha Kompania. Ketiga perusahaan berkesempatan melakukan penawaran lelang.
“Jadi masih tahap penawaran belum memasuki tahap pengumuman pemenang lelang,” katanya.
Kasubdit Pemberdayaan BMD BPKD Kabupaten Pandeglang Hayatun Nufus menambahkan, ketika investor tersebut yang lolos pembuktian kualifikasi.
“Jika tidak ada sanggahan, maka selanjutnya melakukan pemanggilan kepada tiga perusahaan yang lolos atau calon mitra untuk mengajukan penawaran. Untuk pengajuan dokumen penawaran yang harus dilakukan oleh tiga investor tersebut dibuka mulai tanggal 9-10 Oktober 2023 kemarin,” katanya.











