SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Cadangan pangan Provinsi Banten Banten mencapai 214,99 ton. Selain itu, ada juga beras dari dana insentif daerah sebanyak 2.139,17 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Aan Muawanah mengatakan, cadangan pangan dapat digulirkan dalam kondisi tertentu berdasarkan surat perintah Gubernur.
“Apakah memang cenderung rawan pangan untuk nelayan yang gagal melaut, atau petani yang gagal panen,” ujar Aan.
Selain itu, lanjutnya, Gubernur juga dapat memerintahkan penyaluran cadangan pangan kepada daerah rawan pangan atau kemiskinan.
“Ada kategori itu. Berdasarkan surat perintah Gubernur,” tegasnya.
Sejauh ini, Aan mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat yang terdampak El Nino dan yang masuk dalam kategori miskin ekstrem sebanyak 659.919 keluarga penerima manfaat.
Masing-masing penerima sebanyak 10 kilogram beras.
“Baru tahap pertama untuk bulan September. Nanti gerak lagi Oktober dan November. Jadi ada 3 bulan,” ujar Aan.
Tak hanya itu, pihaknya juga saat ini sedang menggalakkan gerakan pasar pangan murah sebagai salah satu langkah juga untuk mengantisipasi kerawanan pangan.
Gerakan pangan murah tersebut dengan mendatangi lokasi-lokasi keramaian untuk menjual pangan murah terutama beras.
“Di situ juga kita menyalurkan beras SPHP dari Bulog, sebagai upaya stabiliasi pasokan dan harga pangan terutama untuk beras,” terangnya.
Untuk komoditas lain sudah terjadi penurunan, seperti bawang merah. Sedangkan harga cabai rawit masih bertahan. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











