SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) memastikan, stok pangan di Banten tetap terkendali. Kelangkaan pangan dijamin tidak terjadi.
Klaim tentang stok pangan di Banten itu diungkapkan Pemprov Banten di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Konflik ini sendiri dikhawatirkan akan dapat berdampak pada ekonomi global akibat kenaikan harga minyak.
Kepala Dinas Ketapang Provinsi Banten, M. Nasir, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada dampak signifikan terhadap pasokan pangan di wilayah Banten.
“Kalau kita lihat sampai hari ini, stok pangan relatif aman. Beberapa komoditas yang sebagian masih dipasok dari luar seperti kedelai dan bawang putih juga masih tersedia cukup,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026.
Nasir menjelaskan, jalur distribusi pangan internasional menuju Indonesia sejauh ini masih berjalan normal. Karena itu, konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah belum mengganggu pasokan pangan di daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah juga tetap menyiapkan cadangan pangan pemerintah sebagai langkah antisipasi jika terjadi gejolak harga di pasar. Saat ini cadangan pangan masih tersedia meski sebagian sebelumnya telah digunakan untuk intervensi pasar di sejumlah kabupaten dan kota.
“Cadangan pangan pemerintah masih kita siapkan. Memang kemarin sempat digunakan untuk intervensi, seperti beras maupun ayam beku, tetapi tahun ini kita juga merencanakan pengadaan kembali,” katanya.
Dengan kondisi itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying atau menimbun kebutuhan pokok untuk kepentingan pribadinya sendiri.
Editor: Agus Priwandono











