PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Geohara yang berlokasi di Jalan Raya Lintas Timur AMD, Kampung Petir, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, menjalankan produksi bibit unggulan, yakni bibit alpukat cengkho.
Owner P4S Geohara, Andri Priana , mengatakan bahwa mereka saat ini tengah menghadapi permintaan besar, dengan 4.000 pesanan bibit alpukat cengkho yang datang dari seorang petani di Kabupaten Lebak.
“Kami telah menerima pesanan sebanyak 4.000 bibit alpukat cengkho dari seorang petani di Lebak. Meskipun persediaan sudah siap, kami belum dapat mengirimkannya karena masih masa kemarau,” ungkap Andri, Rabu, 25 Oktober 2023.
Andri menjelaskan bahwa dalam setahun, P4S Geohara mampu memproduksi sebanyak 9.000 bibit alpukat cengkho.
“Proses pembibitan berlangsung selama empat bulan, dan harga jual per bibitnya adalah Rp 100 ribu,” jelasnya.
Namun, ia mengakui bahwa produksi tahunan mereka masih belum mencukupi permintaan pasar karena keterbatasan lahan.
“Bibit alpukat yang siap panen memerlukan waktu empat bulan. Dalam satu periode, kami hanya dapat menanam 3.000 bibit. Pasarannya luas, mencakup wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Tapi sayangnya, kami terbatas oleh lahan,” tuturnya.
Andri menyampaikan, bahwa kegiatan di P4S Geohara tidak hanya mengutamakan aspek bisnis. Menurutnya, selaku pemilik, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelatihan kepada petani, masyarakat, dan pelajar.
“Kami tidak hanya berfokus pada bisnis, kami juga menerima peserta PKL dan magang, serta memberikan pelatihan kepada petani,” tambahnya.
Andri menceritakan bahwa ide mendirikan P4S ini berawal dari dua tahun yang lalu. Ia mengaku terinspirasi oleh jejak ayah dan mertuanya yang merupakan petani alpukat.
Sebelum menjadi pemilik P4S, Andri mengaku telah menjadi seorang petani holtikultura selama 14 tahun.
“Saya mulai menjalankan P4S ini dua tahun lalu selama pandemi Covid-19. Saya mengikuti jejak orang tua dan mertua yang merupakan petani alpukat. Sebelumnya, saya telah berpengalaman sebagai petani holtikultura,” jelasnya.
Andri percaya bahwa saat ini masih sedikit orang yang fokus pada budidaya bibit alpukat cengkho, sehingga ia melihat peluang besar di dalamnya. Selain itu, ia ingin dikenal sebagai sosok yang erat kaitannya dengan alpukat cengkho.
“Saat ini, hanya sedikit orang yang mengembangkan bibit alpukat cengkho, jadi saya ingin membangun citra sebagai tokoh yang terkait erat dengan alpukat cengkho,” tandasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











