PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Ratusan hektar tanaman padi di Kabupaten Pandeglang mengalami puso karena dampak kemarau berkepanjangan di tahun 2023.
Informasi BMKG, kemarau panjang terjadi akibat fenomena El Nino yang menyebabkan terjadinya penurunan curah hujan. Termasuk di Pandeglang.
Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nuridawati, kemarau berkepanjangan menyebabkan tanaman padi puso.
“Dari data yang kami kumpulkan, tanaman padi seluas 364 hektar mengalami puso atau gagal panen. Tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 31 Oktober 2023.
Ketujuh kecamatan yang tanaman padi mengalami puso itu di Kecamatan Cikeusik seluas 150 hektar. Kecamatan Panimbang 50 hektar, Kecamatan Sobang 20 Hektar, Kecamatan Angsana 125 Hektar.
“Kemudian Kecamatan Sukaresmi seluas 9 hektar. Kecamatan Cikedal seluas 6 hektar dan Kecamatan Menes seluas 4 hektar,” katanya.
Nuridawati menjelaskan, data luasan lahan puso merupakan data sementara hasil verifikasi dikeluarkan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Berdasarkan hasil laporan dari periode 1-15 Oktober 2023.
“Jadi sementara ini total seluas 364 hektar tanaman padi di tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang puso. Dan terkait ini sudah kita usulkan untuk mendapatkan bantuan benih,” katanya.
Lebih lanjut Nuridawati mengungkapkan, kemarau berkepanjangan akibat fenomena El Nino juga menyebabkan mundurnya waktu musim tanam.
Semestinya sudah memasuki musim tanam namun karena lahan sawahnya mengalami kekeringan dan gagal panen sehingga musim tanam mundur.
“Terutama untuk lahan sawah tadah hujan yang sebagian besar berada di wilayah selatan Pandeglang. Musim tanam padi mundur sampai tiba musim hujan,” katanya.
Camat Cikeusik Wahyu Awaludin mengatakan, fenomena El Nino menyebabkan wilayah Cikeusik mengalami kekeringan.
“Setiap kunjungan ke desa-desa warga berteriak meminta bantuan air bersih karena memang wilayah Cikeusik kering,” katanya.
“Termasuk lahan pertanian juga banyak mengalami gagal panen karena memang tidak ada sumber air bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan pesawahan,” tambahnya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: AGung S Pambudi











