PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Pandeglang yang dikenal sebagai salah satu wilayah holtikultura, memiliki sentra penghasil singkong. Sentra singkong ini terletak di Kampung Cibogo, Desa Pasirawi, Kecamatan Banjar.
Di Kampung Cibogo, para petani telah menghasilkan olahan opak berbahan dasar singkong dan berhasil menjualnya ke berbagai daerah.
Siti Winawiah, seorang perajin opak singkong, mengungkapkan, usaha olahan singkong menjadi opak tersebut telah diwariskan dari generasi ke generasi dan masih berlanjut hingga saat ini.
“Dalam proses pembuatan opak, langkah pertama adalah memilih singkong berkualitas yang diambil dari kebun. Kemudian, singkong dikupas dan dicuci bersih sebelum dikukus. Tahap selanjutnya melibatkan mesin gilingan dan cetakan untuk menghasilkan opak singkong sebagai camilan,” ungkapnya, Sabtu, 4 November 2023.
Siti Winawiah menjelaskan, produksi opak sangat bergantung pada permintaan.
Opak singkong produksinya menawarkan tiga varian rasa, yaitu original, pedas, dan manis dengan menggunakan ubi ungu sebagai inovasi.
Opak singkong buatannya telah dijual ke berbagai daerah di luar Pandeglang, termasuk Aceh, Surabaya, Bandung, dan Bogor dengan harga Rp 8 ribu per seperempat kilogram.
“Alhamdulillah, kita telah menjual produk kami ke luar Pandeglang dan juga melalui platform online seperti marketplace dan Instagram. Kami selalu memiliki stok karena kami menanam sendiri, dan produksi opak ini sebagian besar dikerjakan oleh keluarga,” katanya.
Dari hasil produksi opak singkong, Siti Winawiah dapat menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap bulan, yang membantu memenuhi kebutuhan ekonominya di rumah.
“Estimasi omzet kami mencapai Rp 3 juta per bulan, dan kami telah mendapatkan sertifikat halal dan izin dari BPOM, sehingga produk kami aman untuk konsumsi,” tambahnya.
Siti Winawiah juga besar keinginan bisa memiliki mesin pencetak opak otomatis di masa depan sebagai upaya untuk meningkatkan produksi.
“Ya cuma kita enggak punya alat cetak aja yang otomatis untuk mencetak opak, ya penginnya sih punya, cuma belum kesampaian,” tuturnya.
Namun, dia menghadapi kendala dalam hal akses jalan yang rusak, yang merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perekonomian masyarakat dan pengiriman barang opak ke Pandeglang dan luar Pandeglang.
“Iya, jalan menuju kampung kami memang rusak, tetapi kami sudah terbiasa dengan kondisi ini. Terutama saat musim hujan, jalan menjadi licin, ya penginnya sih bagus bisa diperbaiki,” tambahnya.
Dengan usaha yang dijalani saat ini, Siti Winawiah berharap dapat terus meningkatkan dan memperbaiki produksi opak singkongnya ke depan. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











