PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang mahasiswa semester 7 di STIA Banten Kabupaten Pandeglang berbagi pengalaman yang mencerminkan kesulitan dalam membayar biaya semesteran atau biasa disebut Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Mahasiswa tersebut juga mengajukan permintaan adanya kebijakan yang lebih memahami dari pihak kampus.
Seorang Mahasiswa bernama Fajri mengungkapkan, dia menghadapi tantangan yang membingungkan saat mencoba membayar biaya semesteran.
Dia merasa bahwa bagian keuangan kampus selalu menekankan pentingnya pembayaran segera tanpa memperhatikan situasi ekonomi pribadi.
“Menurut saya, situasi ini membingungkan. Saya ingin membayar sebagian dulu dengan niat untuk melunasi sisanya pada pertengahan bulan ini, tetapi sayangnya bagian keuangan kampus menolak permintaan tersebut,” ungkapnya, Minggu 5 November 2023.
Menurut mahasiswa tersebut, kampus masih belum memiliki kebijakan keringanan pembayaran biaya semesteran atau UKT yang dapat membantu mahasiswa yang sangat serius dalam mengejar pendidikan mereka.
“Terlebih lagi, sistem penagihan bulanan terasa sulit dan tidak sesuai, seharusnya kampus melayani mahasiswa dengan baik melalui kebijakan yang relevan,” tegasnya.
Mahasiswa ini juga menyampaikan kesulitan dalam membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) karena situasi ekonomi keluarganya yang mendukung mengalami penurunan, bahkan ada yang telah meninggal dunia.
“Dalam situasi seperti ini, saya berharap kampus dapat memahami dengan lebih baik dan segera mengimplementasikan kebijakan yang mendukung mahasiswa yang mengalami kesulitan serupa,” harapnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak











