LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak me-launching Program Bangga Kencana Percepatan Penurunan Stunting di Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabuoaten Lebak, Selasa, 7 November 2023.
Dalam acara tersebut dihadiri ratusan masyarakat, yang juga diberikan bantuan sembako dan makanan sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting pada balita di Lebak.
Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) BKKBN RI, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, Program Bangga Kencana Percepatan Penurunan Stunting merupakan upaya mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Lebak dan Banten.
“Ini tujuan sebenarnya adalah, akhirnya untuk mendukung upaya Pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Melalui pendekatan dan upaya penguatan tim pendamping keluarga, para TPK. Kemudian juga peningkatan KIE itu pilar kedua dalam strategi percepatan penurunan stunting, yaitu kampanye nasional progam penurunan stunting,” ujarnya saat berada di Desa Sangiang Tanjung.
Disebutkan Sukaryo, Program Bangga Kencana Percepatan Penurunan Stunting untuk lebih meningkatkan penurunan angka stunting yang secara maksimal.
“Yang ketiga juga untuk peningkatan terhadap pusat-pusat pelayanan, ini penting karena ini sebagai pusat rujukan bagi warga. Terhadap isu-isu tentang pembangunan keluarga, termasuk stunting,” ujarnya.
Dalam launching Bangga Kencana Percepatan Penurunan Stunting dikenalkannya juga Mobil Cinta Keluarga atau Mocuga untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat dalam upaya menurunkan angka stunting.
Dari data BKKBN Banten tahun 2022, prevalensi stunting turun menjadi 20 persen, turun sebesar 4,5 persen dibandingkan tahun 2021.
Ade Sumardi, Ketua Pembina Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Lebak, mengatakan bahwa dirinya yang mewakili kepala desa mendukung upaya-upaya menurunkan angka stunting di tingkat desa.
“Ini adalah ikhtiar kita untuk bagaimana stunting di Lebak dan Banten bisa turun. Saya juga menyampaikan stunting ini tidak bisa hanya pada leading sektor saja, ini harus semuanya,” ucap Ade usai menghadiri acara.
Ditambahkan Ade, semua harus bersinergi dalam menurunkan angka stunting dari tingkat Pusat dan Daerah. Dengan adanya kolaborasi maka angka stunting bisa diturunkan.
“Ke dinas-dinas terkait, dari tingkat Pusat dan sebagainya sampai ke daerah, sampai ke tingkatan desa semua harus gotong royong. Semua leading sektor semua dinas, OPD, kepala desa dan juga media. Ini penting karena media ini sarana edukasi warga, bagaimana mindset warga bisa berubah sehingga stunting bisa turun,” pungkasnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











