SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 1.079 Desa di Provinsi Banten masuk dalam daerah rawan bencana banjir. Bahkan, 402 Desa di antaranya juga rawan bencana longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Nana Suryana, membenarkan hal tersebut. Katanya, jumlah Desa itu hasil dari pemetaan potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah Banten.
“Betul, di kita ada 1.079 Desa di Banten yang rawan akan banjir dan 402 Desa di antaranya juga rawan longsor,” ujar Nana kepada wartawan, Kamis, 9 November 2023.
Nana mengungkapkan, terdapat faktor yang menyebabkan ribuan Desa di Banten ini menjadi daerah rawan longsor dan banjir. Yakni, adanya alih fungsi lahan karena daerah resapan berubah menjadi perumahan. Serta, karena penambangan liar.
“Alih fungsi lahan dari perkebunan jadi
pemukiman, sementara sistem drainasenya belum tertata baik,” katanya.
Ia menyebut bahwa penambangan liar menjadi suatu ancaman perusakan lingkungan yang bisa memicu bencana alam.
Nana pun mencotohkan peristiwa bencana alam banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Lebak pada awal tahun 2020 lalu.
Bencana itu telah menyebabkan kerusakan parah dan membuat ribun orang kehilangan tempat tinggal.
“Karena penambangan liar yang akan berpengaruh terhadap keseimbangan hutan dan lahan,” ujarnya.
Di musim peralihan cuaca dari kemarau ke musim penghujan ini, Nana meminta warga untuk mewaspadai potensi bencana alam hidrometeorogi yang dapat terjadi, khususnya di daerah rawan seperi sepadan sungai dan perbukitan.
Nana mengaku sudah menyiagakan personel dan mendirikan posko BPBD di Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Kota Tangerang.
“Dengan adanya posko ini akan mempercepat penyebaran informasi dan penyaluran bantuan ketika terjadi bencana,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











