LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Hati-hati penipuan yang mencatut nama Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan menyebar melalui pesan lewat aplikasi WhatsApp kepada para pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Jumat, 10 November 2023.
Pada profil kontak WhatsApp, menggunakan foto Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan. Pelaku penipuan menyasar para pejabat pemerintah salah satunya kepala dinas dan pejabat lainnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Budi Santoso membenarkan, dugaan penipuan yang mencatut nama Pj Bupati Lebak. Sejumlah pejabat juga mendapat pesan dari pelaku.
“Betul, salah satunya kepala Inspektur (Inspektorak Lebak), setelah dikonfirmasi dan dicek nomor tersebut ternyata itu modus penipuan,” kata Budi, Jumat 10 November 2023.
Disebutkan Budi, tidak disebutkan sudah berapa pejabat di lingkungan Pemkab Lebak, yang mendapat pesan melalui WhatsaAp tersebut. Namun diimbau Budi kepada seluruh Aparaturnya Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat sipil biasa jika menerima pesan tersebut abaikan.
“Jika mendapatkan pesan tersebut abaikan karena itu modus penipuan,” sebut Budi.
Modus penipuan mengatasnamakan pejabat, bukan kali pertama. Bahkan sebelumnya mantan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya pernah dicatut namanya. Modus dari penipu yakni berkedok minta bantuan untuk pembangunan masjid dan musola. Nama Sekda Budi juga pernah dicatut oleh orang tak dikenal tersebut.
Pesan yang disampaikan pelaku melalui WhatsApp yakni Pj Bupati Lebak hendak menggalang donasi berupa uang untuk disalurkan kepada Yayasan dan Pondok Pesantren.
“Jadi modus penipuan mengatasnamakan pejabat Lebak bukan kali peratama. Saat itu modusnya penawaran atau meminta bantuan kepada pimpinan Ponpes, DKM dan lainnya, menggunakan nomer WhatsApp dengan foto profil bupati, wabup dan sekda,” ucap Budi.
Budi menambahkan, bantuan sarana ibadah sudah ada aturannya dan mekanismenya. Jadi jika ada pesan melalui telepon selulernya itu merupakan modus penipuan dan jangan dipercaya.
“Mekanisme pemberian bantuan untuk sarana ibadah sudah diatur melalui SIPD dan semua pemerintah desa, dan masyarakat sudah tahu dan memahami mekasinme tersebut,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











