SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Masih banyaknya warga Kota Serang yang tergolong miskin ekstrem, menjadi sorotan salah satu calon legislatif (caleg) DPRD Kota Serang, Wibowo.
Menurutnya, Kota Serang saat ini terdapat sebanyak 8.799 keluarga yang tergolong miskin ekstrem berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Agustus 2023 lalu.
Menurut Wibowo, miskin ekstrem merupakan kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan, kesehatan, tempat tinggal dan pendidikan.
Berdasarkan hasil penemuannya di lapangan, Wibowo mengaku terdapat satu keluarga miskin ekstrem di Kota Serang, yaitu keluarga Syarif (60) yang tinggal di Kelurahan Unyur.
Menurutnya, Syarif tinggal di Kampung Lebak Sili, RT 03 RW 08, Kelurahan Unyur, Kota Serang. Sudah dua tahun terakhir, Syarif tidak bisa bekerja karena sakit-sakitan. Sebelumnya Syarif bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Rau, Kota Serang.
“Sedangkan isterinya, Aniah bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan tidak menentu. Rata-rata Aniah memperoleh Rp 400 Ribu per bulan. Dan perkawinan mereka dikaruniakan 8 orang anak,” ujarnya, Senin 13 November 2023.
Ia mengatakan, begitulah potret masyarakat Kota Serang yang sesungguhnya yang masih terdapat 8.799 keluarga miskin ekstrem.
“Pemkot kerjanya ngapain saja, kenapa jumlah warga miskinnya masih banyak,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022, pengentasan kemiskinan harus selesai di tahun 2024.
“Harusnya program pengentasan kemiskinan ini menjadi prioritas Pemkot Serang untuk diselesaikan,” tuturnya.
Terlebih, Pemerintah juga sudah mengeluarkan banyak program bantuan diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun jumlah keluarga miskin masih tetap membengkak.
Wibowo menduga, program bantuan dari Pemerintah itu tidak tepat sasaran. Untuk itu, dirinya akan melakukan pengecekan bantuan tersebut.
“Saya akan cek, apakah bantuan pemerintah itu tepat sasaran atau tidak,” ucapnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











