PEMKAB Serang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang akan menyelenggarakan job fair setiap tahun. Job fair merupakan kegiatan yang menghubungkan dan mempertemukan antara perusahaan dengan para calon tenaga kerja.
Seperti pada tahun 2023, Disnakertrans Kabupaten Serang sukses menyelenggarakan job fair yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dari Hari Kadi ke-497 Kabupaten Serang. Bertempat di aula kampus Universitas Faletehan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang pada 11-12 Oktober 2023 dipadati para pencari kerja.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang Diana A Utami menyebutkan, pihaknya menyediakan sebanyak 2.540 lowongan kerja yang dapat dipilih oleh para pencari kerja (pencaker) sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahliannya.
Sementara perusahaan yang berpartisipasi sebanyak 35 perusahaan, baik yang berasal dari Kabupaten Serang maupun daerah lain. Mereka membuka lowongan pekerjaan bagi lulusan SMA, SMK, S1, dan S2, dengan posisi pekerjaan mulai dari operator hingga manager. Tetapi yang paling banyak untuk pendidikan SMA dan SMK.
Selama dua hari pelaksanaan job fair, kuotanya untuk 1.000 pelamar. Per hari sebanyak 500 orang pelamar. Mereka sebelumnya telah registrasi kehadiran sekaligus sebagai nomor antrean masuk ke ruang job fair.
Pada saat membuka acara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, job fair merupakan salah satu upaya Pemkab Serang untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Serang. Dari sebanyak 700 perusahaan yang ada di Kabupaten Serang, baru ada 35 perusahaan yang mengikuti job fair dalam rangka Hari Jadi ke-497 Kabupaten Serang.
Untuk itu, Bupati meminta kepada Disnakertrans Kabupaten Serang agar menyelenggarakan kegiatan job fair setahun dua kali agar semua perusahaan dapat berpartisipasi dan menyerap tenaga kerja dari warga Kabupaten Serang.
Menurut Bupati, peran aktif perusahaan membuka lowongan kerja pada job fair diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Serang yang masih tertinggi di Provinsi Banten.
Selain membidik lapangan kerja di wilayah Kabupaten Serang, Bupati memproyeksikan para pencari kerja di Kabupaten Serang agar mencari peluang kerja di luar negeri karena peluangnya terbuka.
Bupati mengimbau kepada para pencari kerja agar memiliki keahlian supaya mudah diserap di pasar dunia kerja baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu, Pemkab Serang masih memiliki pekerjaan rumah untuk membekali para pencari kerja dengan kemampuan bahasa asing.
“Saya ke Dinas Pendidikan dan Dinas Ketenagakerjaan mencoba misalnya anak-anak yang ber-KTP Kabupaten Serang yang kuliah di Universitas Faletehan jurusan perawat, atau di Untirta. Nah di tahun terakhir mereka harus kursus bahasa asing, kita yang bayar gurunya, hari tertentu mereka belajar di kampusnya saja. Tapi dengan catatan khusus warga Kabupaten Serang,” pungkasnya.

Serapan Tenaga Kerja Tinggi
Pada bagian lain, Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang Diana A Utami mengatakan, serapan tenaga kerja tahun ini cukup tinggi. Dari Januari hingga Juni, jumlah pencari kerja sebanyak 6.503 orang. 4.553 di antaranya dapat ditempatkan di dunia kerja. “Alhamdulillah cukup tinggi, 70,01 persen dapat ditempatkan kerja,” katanya.
Diana mengatakan, pelayanan kartu kuning di instansinya sudah berbasis online. Mulai dari nomor antrean sampai pengisian data. Namun, berdasarkan Permenaker Nomor 39, pihaknya harus tetap melakukan tatap muka bersama pencaker untuk melakukan wawancara mengenai minat dan bakatnya.
Namun, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di setiap SMK. Sehingga cukup pengurus BKK yang mendatangi kantor Disnakertrans. “Jadi tidak usah semua pencaker datang ke sini, cukup perwakilan pengurus BKK nya saja,” ujarnya.
Dia mengatakan, dari 93 SMK di Kabupaten Serang, 76 di antaranya sudah memiliki BKK. “Sisanya belum ada BKK, karena siswanya sedikit dan jurusan tidak berkembang,” pungkasnya. (adv)











