CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon terus berkomitmen memberikan pembinaan kepada warga binaan, bukan hanya sebatas pemasyarakatan saja, namun dalam pengembangan keahlian yang bisa meningkatkan kemandirian warga binaan juga dilakukan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan kegiatan sehari-hari seperti pangkas rambut, kerajinan dari kayu, menjahit, hingga memasak (kuliner) sebagai bentuk pembinaan kemandirian para warga binaan.
Pembinaan kemandirian menjadi fokus utama dalam program rehabilitasi di Lapas Kelas IIA Cilegon. Salah satu inovasi yang mencolok adalah melibatkan warga binaan dalam kegiatan pangkas rambut. Beberapa tahanan yang memiliki keahlian sebagai tukang cukur memberikan pelayanan pangkas rambut kepada sesama rekan warga binaan.
Sehingga kegiatan ini bukan hanya menciptakan kemandirian dalam hal kebersihan pribadi, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat diaplikasikan saat ke luar dari tembok penjara nanti.
Kemudian sektor kerajinan dari kayu menjadi bagian integral dalam pembinaan kemandirian. Lapas Kelas IIA Cilegon memiliki fasilitas kerja kayu yang lengkap, hal ini memungkinkan warga binaan untuk belajar dan mengembangkan keahlian dalam membuat berbagai produk dari kayu. Pembuatan kursi hingga hiasan dinding ini bukan hanya menjadi hasil karya kreatif, tetapi juga menjadi modal usaha ketika kembali ke masyarakat.
Selain itu, di Lapas Kelas IIA Cilegon, terdapat juga program menjahit yang turut meramaikan inisiatif pembinaan. Warga binaan yang tertarik dalam dunia menjahit diberikan pelatihan dan bimbingan oleh para ahli.
Warga binaan tidak hanya mendapatkan keahlian baru, tetapi juga bisa memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan melalui hasil karyanya. Lapas Kelas IIA Cilegon percaya bahwa dengan memberikan keahlian tersebut, warga binaan dapat lebih mudah diterima di tengah-tengah masyarakat setelah bebas nanti.
Tak ketinggalan, program memasak atau kuliner juga menjadi fokus utama. Bagi para tahanan yang mempunyai bakat dalam memasak diberikan pelatihan untuk meningkatkan keahlian kuliner. Beberapa di antara warga binaan bahkan mendapatkan kesempatan untuk mengelola kantin di dalam Lapas, menciptakan suasana yang mendukung dan produktif.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Yosafat Rizanto, mengungkapkan, melalui sejumlah program ini, pihaknya tidak hanya memberikan berupa hukuman, tetapi juga membuka peluang baru bagi warga binaan untuk tumbuh dan berkembang.
“Kami percaya bahwa dengan pembinaan kemandirian melalui keahlian multisektor dapat menciptakan perubahan positif yang lebih baik, bukan hanya bagi mereka (warga binaan-red) di dalam penjara, tetapi juga bagi masyarakat di luar sana,” ujarnya, Jumat 17 November 2023.
Program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Cilegon ini menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan dan pengembangan kemandirian warga binaan tidak hanya menciptakan dampak positif di dalam lapas, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas ketika warga binaan kembali ke tengah-tengah masyarakat setelah menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Cilegon. (*)
Reporter: Rajudib











