CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Manajemen PT Lotte Chemical Indonesia dicecar anggota DPRD Kota Tangsel dan masyarakat terkait ketenagakerjaan.
Hal itu terjadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara lintas komisi DPRD Cilegon, manajemen PT Lotte Chemical Indonesia, Pemkot Cilegon dan perwakilan masyarakat di lingkungan terdekat dengan perusahaan, Senin 27 November 2023.
Berdasarkan pantauan, rapat tersebut berlangsung di kantor DPRD Kota Cilegon dari sekira jam 10.00 Wib hingga 12.50 Wib.
Masyarakat dan anggota dewan bergantian mencecar manajemen PT Lotte terkait ketenagakerjaan.
Mereka mempertanyakan komitmen pabrik kimia tersebut dalam memberikan peluang kerja kepada masyarakat di lingkungan yang dekat dengan lokasi perusahaan secara khusus dan Kota Cilegon secara umum.
Saat ini, keberpihakan PT Lotte terhadap tenaga kerja lokal dinilai masih minim dan tidak proporsional.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi menjelaskan, masyarakat mencecar pihak perusahaan karena dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), masyarakat terdampak akan menjadi prioritas.
“Soal rekrutmen dalam dokumen Amdal akan menerima di level pendidikan SMA sederajat. Masyarakat terdampak akan menjadi prioritas dalam perekrutan tenaga kerja baik di tahap produksi maupun operasi,” ujar Faturohmi.
Namun, lanjut Faturohmi, faktanya, serapan tenaga kerja dari masyarakat terdampak masih rendah.
“Ini soal komitmen perusahaan, ini pun jadi koreksi bagi kami untuk Disnaker,” ujarnya.
Tindak lanjut dari pertemuan ini, DPRD akan melakukan pertemuan lebih lanjut dengan OPD terkait, camat, lurah, dan warga bersama pihak manajemen PT Lotte.
Sementara itu, perwakilan masyarakat, Nasir menjelaskan, masyarakat meminta peluang kerja yang proporsional.
“Ini kan timpang, ring satu hanya dua persen, sementara yang lain ratusan,” ujar Nasir.
Masyarakat ingin adan proporsional sehingga tidak ada ketimpangan dalam perekrutan tenaga kerja. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi











