SERANG – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, mengajak masyarakat untuk menulis buku tentang sejarah, wisata, kuliner, dan budaya tentang Banten.
Hal itu disampaikannya usai acara Talk Show Duta Baca Indonesia di Rumah Dunia, Kota Serang, Banten, Selasa, 28 November 2023.
Syarif mengatakan, target nasional peningkatan minat baca masyarakat sesuai perintah Presiden RI, Joko Widodo, ialah masuk dalam 10 besar dunia peningkatan budaya baca.
Hal itu akan terwujud dengan upaya yang masif dan melibatkan semua kalangan masyarakat.
Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat Banten harus mempu untuk menulis sejarah Banten, serta potensi seperti wisata, kuliner, hingga kebudayaan Banten.
“Karena enggak mungkin menunggu orang dari luar Banten yang menuliskannya, harus masyarakat Banten itu sendiri yang menulis,” kata Syarif.
Diungkapkan Syarif, problem yang saat ini terjadi ialah adanya rasio antara jumlah penduduk dengan jumlah buku yang terbit setiap tahunnya tidak seimbang.
Terkait penulisan buku tentang potensi di Banten, kata Syarif, merupakan harapan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah terutama Gubernur, Bupati, dan Walikota agar mampu merealisasikannya.
“Rumah Dunia sudah melakukan hal itu dengan mengedukasi masyarakat, hingga bisa menjadi para penulis yang karyanya terbit dan tersebar di mana-mana,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kemandirian masyarakat dalam lingkup komunitas seperti Rumah Dunia inilah yang diharapkan Pemerintah Pusat, dalam misi peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Selanjutnya, Syarif mengaku akan terus melanjutkan program peningkatan kualitas capaian minat baca, sehingga dalam waktu dekat Indonesia bisa setara dengan negara-negara lain yang minat bacanya berada pada posisi 10 besar dunia.
“Tanda-tandanya sekarang Indonesia rangking keenam dunia dalam hal publisher, insya Allah, Indonesia akan berada pada posisi kedua dunia dalam hal lamanya membaca setelah India, China, dan Thailand,” tuturnya.
Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, menambahkan bahwa terkait edukasi masyarakat untuk menulis buku tentang Banten ini bisa dimulai dari dunia pendidikan, terutama di perguruan tinggi.
“Para dosen harus lebih aktif mengajak mahasiswa menulis buku, terutama penelitian tentang sejarah Banten. Selain itu, program pengajaran di kampus juga harus sesuai dengan situasi dan kondisi sekarang, sudah harus mulai beradaptasi dengan literasi digital,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten, Evi Syaefudin, mengaku banyak warisan pengetahuan seperti sejarah, kuliner, wisata, dan budaya tentang Banten yang belum terdokumentasikan dalam bentuk teks atau buku.
Padahal, pihaknya sudah merencanakan program penulisan buku ini melalui kerja sama dengan para penulis sesuai kriteria tertentu. Namun, sampai hari ini belum terealisasi.
“Kami sudah merencanakan program penulisan buku ini sejak dua tahun lalu, tapi belum terealisasi,” pungkasnya.
Talk Show Duta Baca Indonesia ini juga dihadiri oleh Plt Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Dewi Kartikasari; Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI, Nelwati; Duta Baca Provinsi Banten, Rahmat Heldi HS. (*)
Reporter: Haidaroh
Editor: Agus Priwandono











