TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Kota Tangsel saat ini telah memiliki mesin pengolahan sampah berupa teknologi mesin hydrodrive incinerator dengan sistem Intermediate Treatment Facility (ITF). Mesin ini mampu mengolah 60 ton kapasitas sampah setiap hari.
Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, mesin pengolahan sampah ini ditempatkan di Pondok Aren.
“Teknologi ini merupakan salah satu langkah strategis dalam penanganan sampah rumah tangga dan wilayah komersial yang ada di Kota Tangsel dengan memanfaatkan teknologi karya anak bangsa,” ujar Pilar, Jumat 15 Desember 2023.
Pilar mengatakan, pembangunan mesin pengolahan sampah ini dilakukan selama 6 bulan. Pilar menjelaskan cara kerja mesin ini. Secara teknis, sampah yang masuk ke ITF Pondok Aren ini akan dipisahkan di alat pemisah organik dan non organik. Sampah organik akan dimanfaatkan untuk menjadi pupuk atau bahan pangan magot.
Lalu sampah non organik akan dipilah. Seluruh sampah yang tidak dapat diolah akan masuk ke dalam mesin dryer untuk dikeringkan hingga moisture sebesar 20 persen.
“Lalu kemudian dimasukkan ke dalam boiler dengan media pemanasan air, hingga sampah tersebut musnah. Bottom ash akan dikumpulkan dan fly ash akan ditangkap melalui alat smoke trap, agar nantinya kedua residu ini dapat dimanfaatkan menjadi campuran batako atau pengikat asphalt.
“Jadi asap yang keluar dari cerobong atau chimney bersih, terbebas dari partikel berbahaya yang dapat menjadi polusi. Dan teknologi ini telah memiliki sertifikat kelayakan dari Kementerian Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Pilar menambahkan, ITF menjadi pilot project Pemkot Tangsel dalam mewujudkan teknologi penanganan sampah. Saat ini Pemkot Tangsel sedang mempersiapkan lelang investasi PLTSA (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).
Reporter: Syaiful Adha
Editor : Aas Arbi











