slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Pendidikan

Literasi Sains Kunci Utama Menghadapi Berbagai Tantangan Abad XXI

Aas Arbi by Aas Arbi
20-12-2023 17:41:00
in Pendidikan, Wacana Publik
Literasi Sains Kunci Utama Menghadapi Berbagai Tantangan Abad XXI

Tahap memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

LITERASI sains merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan, mengidentifikasi pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan penguasaan literasi sains sangat diperlukan (Maturradiyah, 2015). Literasi sains merupakan kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan pada abad XXI untuk mencukupi kebutuhan air dan makanan, pengendalian penyakit, menghasilkan energi yang cukup, dan menghadapi perubahan iklim (UNEP, 2012).

Fakta hasil PISA 2015 menunjukkan rata-rata nilai sains negara OECD adalah 493, sedangkan Indonesia baru mencapai skor 403. Hal ini menunjukkan bahwa ada kesenjangan dalam memperlakukan pendidikan sains. Dalam sistem pendidikan nasional, konsep dan pola pikir pendidikan sains sudah tersurat dan menggunakan pendekatan saintifik dan inkuiri. Namun, faktanya hal tersebut belum diterapkan di kelas-kelas pembelajaran.
Oleh karena itu, perlu ditelusuri menegnai literasi sains, indikator, dan cara mengembangkan atau membiasakan menjadi literat sains.

Baca Juga :

Menunaikan Janji, Merawat Marwah, Kado Indah Untuk Madrasah 

44 Lulusan Poltekkes Kemenkes Banten Diwisuda, 756 Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi

Diskominfo Tangsel Jamin PPDB Online 2026 Lebih Aman dan Stabil

UKM Jurnalistik Untirta Gandeng PWKS

Literasi sains didefinisikan sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti, dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Definisi literasi sains ini memandang literasi sains bersifat multidimensional, bukan hanya pemahaman terhadap pengetahuan sains, melainkan lebih dari itu (Firman, 2007).
Literasi sains dibedakan dalam tiga dimensi yaitu: konten (pengetahuan sains), proses (kompetensi sains), dan konteks (aplikasi sains) (PISA, 2000 & 2003).

Menurut National Science Teacher Association /NSTA (1971) individu yang literat sains adalah orang yang menggunakan konsep sains, keterampilan proses, dan nilai dalam membuat keputusan sehari-hari kalau ia berhubungan dengan orang lain atau dengan lingkungannya, dan memahami interelasi antara sains, teknologi dan masyarakat, termasuk perkembangan sosial dan ekonomi.

Untuk mengkategorikan kemampuan peserta didik dalam literasi sains maka digunakan indikator dalam menentukan kemampuan literasi sains. Indikator yang digunakan merujuk dari indikator kemampuan literasi sains menurut Gormally et al. (2012: 365) dalam Winata dkk. (2018: 60-61).

Pengukuran indikator literasi sains tersebut berupa:
1) mengidentifikasi pendapat ilmiah yang valid;
2) melakukan penelusuran literatur yang efektif;
3) memahami elemen-elemen desain penelitian dan bagaimana dampaknya terhadap temuan/ kesimpulan;
4) membuat grafik secara tepat dari data;
5) memecahkan masalah menggunakan keterampilan kuantitatif, termasuk statistik dasar;
6) memahami dan menginterpretasikan statistik dasar;
7) melakukan inferensi, prediksi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data kuantitatif.

Cara Mengukur Literasi Sains

Penilaian literasi sains yaitu menilai pemahaman peserta didik terhadap konten sains, proses sains, dan konteks aplikasi sains. Konten dalam literasi sains meliputi materi yang terdapat dalam kurikulum dan materi yang bersifat lintas kurikulum dengan penekanan pada pemahaman konsep dan kemampuan untuk menggunakannya dalam kehidupan. Proses sains merujuk pada proses mental yang terlibat ketika peserta didik memecahkan permasalahan.

Sedangkan konteks adalah area aplikasi dari konsep-konsep sains. Sesuai dengan pandangan tersebut, penilaian literasi sains tidak semata-mata berupa pengukuran tingkat pemahaman terhadap pengetahuan sains tetapi juga pemahaman terhadap berbagai aspek proses sains serta kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dan proses sains dalam situasi nyata yang dihadapi peserta didik, ini berarti bahwa penilaian literasi sains tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi sains akan tetapi juga pada penguasaan kecakapan hidup, kemampuan berpikir dan kemampuan dalam melakukan proses-proses sains pada kehidupan nyata peserta didik (Yuliati, 2017).

Penelitian pengembangan instrumen evaluasi berbasis literasi sains menggunakan desain penelitian Sugiyono (2013: 434) yang telah disederhanakan kedalam tiga tahapan utama, yaitu:
(a) tahap studi pendahuluan;
(b) tahap studi pengembangan;
(c) tahap evaluasi.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan agar literasi sains meningkat yaitu pertama dengan menerapkan pendekatan dan model pembelajaran sains yang tepat mengutamakan pengembangan sikap, gagasan dan keterampilan proses yang menekankan pada pendekatan penemuan ilmiah. Kedua guru harus mampu membuat instrument evaluasi yang berbasis literasi sains. Dan selanjutnya bagi siswa harus ada minat dan motivasi, intensitas belajar yang tinggi serta sikap sains yang harus terus dikembangkan (Utami, 2018).

Solusi permasalahan Literasi Sains

Salah satu permasalahan literasi sains adalah proses pembelajaran yang belum bisa memfasilitasi secara optimal untuk melatih literasi saintifik siswa. Sebagai contoh siswa belum dibiasakan untuk mengembangkan pertanyaan penyelidikan dan eksperimen yang dilakukan masih bersifat verifikasi terhadap buku pelajaran (textbook). Kebiasaan proses pembelajaran seperti ini bisa mengakibatkan literasi saintifik siswa menjadi rendah. Kerendahan literasi saintifik timbul karena siswa cenderung merasa puas mendapat pengetahuan setelah mengikuti pembelajaran meskipun belum sampai memiliki penguasaan. Sementara pembelajaran terkesan mengajak siswa untuk menghafal pengetahuan.

Dengan keadaan tersebut, diperlukan upaya perbaikan berkelanjutan terhadap pembelajaran supaya dapat meningkatkan literasi saintifik siswa. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan bisa melalui beragam cara, misalnya dengan menganalisis kandungan literasi saintifik dalam bahan ajar, mengembangkan tes literasi saintifik, serta menganalisis desain pembelajaran. Dalam penelitian ini, upaya perbaikan yang dipilih ialah dengan menganalisis desain pembelajaran yang diselaraskan terhadap domain literasi saintifik dan tuntutan kurikulum yang berlaku. Pilihan ini diambil karena dalam desain pembelajaran dapat menyertakan bahan ajar dan tes serta memberikan tindakan secara langsung pada siswa. Penyesuaian terhadap kurikulum yang berlaku dirasa perlu agar hasil penelitian dapat digunakan dalam pembelajaran, tak sekadar menjadi bahasan penelitian.

Kesimpulan

Literasi sains yaitu pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains.

Untuk mengetahui tingkat literasi sains di Indonesia, perlu dikembangkan alat ukur. Dengan adanya alat atau instrumen pengukuran ini maka tingkat literasi sains di Indonesia dapat diketahui, sehingga dapat dikembangkan upaya untuk meningkatkan budaya literasi sains di Indonesia, dan mengatasi berbagai permasalahan literasi sains, dengan tujuan peningkatan literasi sains di Indonesia agar tidak tertinggal dengan negara-negara lain.

Penulis: Mabruroh, Mahasiswa Magister Pendidikan Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten

Tags: Literasiliterasi digitalliterasi sainspendidikanUntirtawacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Banyak Pedagang Ogah Bayar Sewa Kios, PAD Pandeglang Sektor Pasar Merosot

Next Post

Sedang Penyembuhan Tumor, Honorer di Tangsel Gajinya Tidak Dibayar 3 Bulan

Related Posts

Menunaikan Janji, Merawat Marwah, Kado Indah Untuk Madrasah 
Wacana Publik

Menunaikan Janji, Merawat Marwah, Kado Indah Untuk Madrasah 

by Aas Arbi
Selasa, 5 Mei 2026 12:54

Penulis: Ocit Abdurrosyid Siddiq, Ketua FKKMS Provinsi Banten Duduk di tepian Pantai Binuangeun sambil menatap ufuk timur Pantai Karang Seke...

Read moreDetails

44 Lulusan Poltekkes Kemenkes Banten Diwisuda, 756 Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi

Diskominfo Tangsel Jamin PPDB Online 2026 Lebih Aman dan Stabil

UKM Jurnalistik Untirta Gandeng PWKS

Wakil Bupati Pandeglang Pilih Perbaiki Sarana Pendidikan Ketimbang Rumah Dinas

GOW Kota Cilegon Edukasi Perempuan Waspada Penipuan Online di Momentum Hari Kartini

Diskominfo Tangsel Buka Peluang Rekrut Siswa Berprestasi di Program Digital

Selamat! Tabrani Terpilih sebagai Ketua IKA Unila Banten Periode 2026–2029

Halal Bihalal dan Mubes IKA Unila Banten, Perkuat Silaturahmi dan Peran di Masyarakat

Mahasiswa Banten Dukung Gaji Guru Minimal Rp5 Juta, Dinilai Langkah Progresif Perbaiki Pendidikan

Next Post

Sedang Penyembuhan Tumor, Honorer di Tangsel Gajinya Tidak Dibayar 3 Bulan

Sejak Satu Bulan Terakhir, Sopir Truk Kesulitan Cari Solar

Sejak Satu Bulan Terakhir, Sopir Truk Kesulitan Cari Solar

Ombudsman: Pelayanan Pengaduan Masyarakat Masih Rendah

Ombudsman: Pelayanan Pengaduan Masyarakat Masih Rendah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PPN/Bappenas, Selasa, 5 Mei 2026.

Bupati Pandeglang Minta Bantuan Kementerian, Percepat Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 6 Mei 2026 22:45
Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Miftahul Farid Sukur yang akrab dipanggil Mas Dewan memberikan keterangan setelah membuat laporan menjadi korban penipuan di Mapolres Pandeglang, Rabu, 6 Mei 2026.

Anggota DPRD Pandeglang Kena Tipu Mitra Kerja Rp400 Juta

Rabu, 6 Mei 2026 22:36
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah

Bupati Serang Instruksikan Pengadaan Barang dan Jasa Dioptimalkan

Rabu, 6 Mei 2026 22:23
Wali Kota Serang, Budi Rustandi

Budi Rustandi Tawarkan Pesisir Utara Kota Serang untuk Masuk Program Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 22:08
Penampakan 5 bus sekolah gratis yang terparkir di halaman UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Tangsel.

Setahun, Bus Sekolah Gratis Tangsel Layani 98 Ribu Pelajar

Rabu, 6 Mei 2026 21:51
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi

Bau Menyengat di Aliran Kali Terminal Pakupatan, DLH Kota Serang Segera Usut

Rabu, 6 Mei 2026 21:40
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PPN/Bappenas, Selasa, 5 Mei 2026.

Bupati Pandeglang Minta Bantuan Kementerian, Percepat Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 6 Mei 2026 22:45
Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Miftahul Farid Sukur yang akrab dipanggil Mas Dewan memberikan keterangan setelah membuat laporan menjadi korban penipuan di Mapolres Pandeglang, Rabu, 6 Mei 2026.

Anggota DPRD Pandeglang Kena Tipu Mitra Kerja Rp400 Juta

Rabu, 6 Mei 2026 22:36
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah

Bupati Serang Instruksikan Pengadaan Barang dan Jasa Dioptimalkan

Rabu, 6 Mei 2026 22:23
Wali Kota Serang, Budi Rustandi

Budi Rustandi Tawarkan Pesisir Utara Kota Serang untuk Masuk Program Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 22:08
Penampakan 5 bus sekolah gratis yang terparkir di halaman UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Tangsel.

Setahun, Bus Sekolah Gratis Tangsel Layani 98 Ribu Pelajar

Rabu, 6 Mei 2026 21:51
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi

Bau Menyengat di Aliran Kali Terminal Pakupatan, DLH Kota Serang Segera Usut

Rabu, 6 Mei 2026 21:40

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PPN/Bappenas, Selasa, 5 Mei 2026.

Bupati Pandeglang Minta Bantuan Kementerian, Percepat Pembangunan Infrastruktur

by Purnama Irawan
Rabu, 6 Mei 2026 22:45

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mendatangi Kementerian PPN/Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Kunjungan itu dalam rangka melakukan...

Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Miftahul Farid Sukur yang akrab dipanggil Mas Dewan memberikan keterangan setelah membuat laporan menjadi korban penipuan di Mapolres Pandeglang, Rabu, 6 Mei 2026.

Anggota DPRD Pandeglang Kena Tipu Mitra Kerja Rp400 Juta

by Purnama Irawan
Rabu, 6 Mei 2026 22:36

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Partai Golkar Miftahul Farid Sukur yang akrab dipanggil Mas Dewan  menjadi...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak