CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon dinilai paling dinamis dibandingkan kabupaten kota lainnya di Provinsi Banten.
Hal itu lantaran banyaknya tokoh potensial yang akan maju di Pilkada Kota Cilegon bermunculan.
Di Pemilu serentak tahun ini, Kota Cilegon menjadi salah satu daerah yang akan melaksanakan Pilkada atau Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota.
Tujuh kabupaten kota lainnya di Provinsi Banten pun akan melaksanakan pesta demokrasi yang sama.
Namun, dibandingkan tujuh kabupaten kota lainnya, Kota Cilegon dinilai paling dinamis.
Salah satu indikatornya adalah sudah banyaknya nama tokoh potensial yang akan memeriahkan pesta pemilihan pemimpin Kota Cilegon tersebut.
Sebelumnya selain nama petahana yaitu Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta, muncul juga nama lain yaitu Ratu Ati Marliati, Isro Miraj, Dede Rohana Putra.
Belum lama ini, Sanuji pun telah menyatakan akan maju sebagai Calon Walikota, kemudian, paling baru muncul nama Endang Efendi Sahruji.
Bahkan, nama Endang santer disebut sedang melakukan penjajakan dengan Isro Miraj.
Informasi itu diperkuat dengan kemesraan keduanya dalam suatu acara belum lama ini.
“Pilkada Cilegon paling dinamis dari delapan kabupaten kota di Banten, karena Calonnya selalu kompetitif, saling naksir,” papar Pengamat Politik Syaeful Bahri, Selasa 9 Januari 2023.
Dijelash Syaeful, saling menaksir terlihat dari perkembangan isu politik, sebelumnya santer akan terbangun duet Helldy dengan Isro, kali ini isu bergeser dimana santer duet Isro dengan Endang.
Syaeful menilai kondisi itu bagus karena menunjukkan dinamisnya Pilkada yang akan terlaksana nanti.
Ia menilai penjajakan perlu dilakukan oleh para tokoh potensial itu, agar kedepan saat maju bukan menjadi pasangan yang dipaksakan.
Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Banten itu menilai, pasangan kepala daerah yang dipaksakan berbahaya di masa depan karena bisa mengakibatkan perepecahan di tengah-tengah masa kepemimpinan.
“Politik kan hubungan, kita dorong pasangan ini saling bertaaruf lah sehingga memiliki kesamaan nanti dalam memimpin kota cilegon, bahaya saat dipaksa untuk jadi pasangan calon karakter nya berbeda nanti bisa jadi pecah kongsi. jika itu terjadi, nanti yang dirugikan masyarakat,” papar mantan komisioner KPU Provinsi Banten tersebut.
Sebagai orang Cilegon, Syaeful mendorong seluruh tokoh untuk melakukan penjajakan mengingat pendaftaran untuk calon walikota dan calon wakil walikota Cilegon pun masih cukup lama.
Kedinamisan Pilkada Kota Cilegon tahun ini dinilai sebagai hal baik, hal itu menunjukkan konsolidasi politik di Kota Cilegon berjalan dengan baik.
Selain itu, masyarakat pun diuntungkan dengan memiliki banyak pilihan.
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Aditya











