SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pasar Lama, Kota Serang merupakan salah satu pusat belanja berbagai produk, mulai dari jajanan, kebutuhan bahan pokok, hingga elektronik yang telah berjalan selama puluhan tahun.
Namun, Pasar Lama sering dikeluhkan sebagai tempat yang sering terjadinya macet akibat dari lalu lalang kendaraan yang melintas, dan terhalang oleh para pedagang berjualan di pinggir jalan.
Maka dari itu, diperlukannya sebuah penataan para pedagang agar menjadi tertib dan tidak berjualan di bahu jalan sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Di akhir tahun 2023, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) telah mewujudkan keinginan masyarakat atas keluhan yang selama ini dilaporkan.
Para pedagang makanan berat hingga jajanan makanan ringan kemudian dipindahkan untuk dilakukan penataan, sehingga permasalahan yang berkepanjangan bisa diselesaikan.
DinkopUKMPerindag kemudian membuat sebuah terobosan baru dengan memusatkan para pedagang untuk berjualan di pusat wisata kuliner malam Pasar Lama.
Objek wisata kuliner malam ini menjadi salah satu terobosan baru pada akhir tahun 2023, untuk membangkitkan ekonomi pelaku usaha kecil. Sebab, tempat tersebut yang semula kawasan kumuh, menjadi tempat yang aesthetic dan instagramable.
Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, sejak didirikannya wisata kuliner malam Pasar Lama, telah menjadi salah satu tempat kebangkitan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil.
Bahkan, dari periode 28 November hingga 27 Desember 2023, omzet para pedagang di wisata kuliner Pasar Lama itu tersebut mencapai Rp2,9 miliar. Blok B dan C mencapai Rp1 miliar, blok D yang dikhususkan untuk pedagang jajanan mencapai Rp86,5 juta
Sementara itu, omzet di blok durian mencapai Rp1,8 miar.
“Omzet total di bulan pertama mencapai Rp2,9 iliar dari anggaran Rp650 juta di Pasar Lama, mampu menggerakan ekonomi hampir Rp3 miliar dalam jangka waktu satu bulan,” ujar Wahyu, Rabu 10 Januari 2024.
Dikatakan Wahyu, di bulan kedua pihaknya memproyeksikan omzet wisata kuliner ini bisa mencapai Rp3 miliar sehingga hal ini dapat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang.
“Ada effort yang luar biasa dari teman-teman DinkopUKMPerindag. Selain kita memasifkan iklan di medsos, ini juga momennya tepat karena Kota Serang baru punya tempat pusat kuliner, jadi lebih ikonik,” katanya.
Saat ini, masih Wahyu, wisata kuliner Pasar Lama dilakukan pembangunan fasilitas penunjang bagi para pengunjung. Seperti, pedestrian (jalur pejalan kaki), perbaikan drainase, perbaikan jalan, dan akses parkir.
“Saat ini sedang proses untuk pembangunan pedestrian, drainase oleh PU, jalan belakang diperbaiki dan akses parkir. Selain itu, kita akan lakukan pergantian tema setiap tahun supaya pengunjung tidak bosan,” jelasnya.
Sementara, Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, Kota Serang memiliki prospek yang bagus untuk menjadi wilayah yang ramai dan maju dalam hal destinasi kuliner. Pihaknya mengaku, akan membuka wisata kuliner malam di beberapa tempat lain di Kota Serang, salah satunya Pasar Kepandean.
“Prospek ke depan tadi kami sudah berbicara akan mengelola seperti ini juga di jalan Ahmad Yani, itu jalan kita tapi bangunannya milik provinsi, mudah-mudahan ke depan bisa kita terapkan untuk ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi












