SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI sedang mengembangkan mode transportasi publik Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta Fase 3 Cikarang-Belaraja atau yang juga dikenal dengan MRT Jakarta East West Line.
Pemprov Banten merencanakan pengembangan MRT itu dilanjutkan hingga ke Kota Serang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Tri Nurtopo, mengatakan bahwa rencana pengembangan MRT hingga Kota Serang itu dilakukan untuk mempercepat akses masyarakat Ibukota Provinsi Banten dan sekitarnya ke Jakarta. Lantaran, saat ini jalur kereta yang tersedia dari Serang menuju Jabodebek harus menggunakan Commuter Line Lokal Merak-Rangkasbitung.
Kemudian, dilanjutkan dengan KRL Commuter Line Rangkasbitung-Tanahabang.
“Tapi, itu (MRT sampai Kota Serang) masih kajian (Pemprov Banten),” ujar Tri.
Nantinya, lanjut Tri, hasil kajian Pemprov Banten itu akan didiskusikan dengan Pemerintah Pusat.
“Nanti rapat dengan pusat (hasil kajian) didiskusikan, karena itu (pembangunan) harus sama (pengembangannya) dengan MRT di Belaraja. Kita kajian dulu, karena yang Belajara kan belum dibangun,” ujar Tri.
Ia menjelaskan, pengembangan MRT sampai ke Kota Serang itu diperlukan sebagai jalur cepat baru arah ke Tangerang, Belaraja.
Rencananya, pembangunan jalur MRT berada di atas atau sejajar dengan Tol Tangerang-Merak.
“Tentu tujuan kita ingin memperbanyak transportasi massal di Banten agar beban jalan (kemacetan) berkurang,” ujarnya.
Tri mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat bersama Kemenhub RI, pembangunan MRT Cikarang-Belaraja akan dilakukan secara bertahap.
Tahap pertama di koridor Kembangan-Medan Satria sepanjang 33,7 kilometer. Setelah selesai, akan dilanjutkan pembangunan fase Balaraja-Kembangan dan Medan Satria-Cikarang dengan total panjang sekitar 50 kilometer.
Tri mengungkapkan, groundbreaking fase satu Kembangan-Medan Satria tahun ini.
“Itu selesai dua sampai tiga tahun baru (pembangunan) Balaraja-Cikarang,” terangnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











