PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Petani di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang tanam cabai setan beromzet puluhan juta, sekali panen. Puluhan juta diperoleh dari hasil tanam cabai setan sebanyak 4.000 batang di atas lahan seluas 5.000 meter.
Salah satu petani di Kecamatan Pulosari Yongki Irawan mengatakan, asalkan telaten dalam dunia tani itu cukup menguntungkan.
“Misalkan saja, tanam cabai setan. Dalam sekali panen itu bisa memperoleh keuntungan puluhan juta,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Kebun cabai setan blok Kaduteras, Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Minggu 21 Januari 2024.
Yongki mengungkapkan, pada tahun 2023 lalu, ia telah menanam cabai sebanyak 4000 batang. Dengan luas lahan seluas 5000 meter.
“Dalam sekali panen itu kurang lebih sebanyak dua kwintal atau 200 kilogram. Pas kemarin itu harganya sedang bagus, sekilo Rp70.000 sehingga sekali panen kurang lebih Rp14 juta,” katanya.
Harga cabai setan cukup stabil dan termasuk jenis yang awet. Tidak cepat busuk seperti cabai yang lainnya.
“Pas harga bagus itu dua kali panen saja modal tanam cabe sudah balik. Jadi kemarin itu modal biaya tanam cabai sebanyak 4.000 batang itu sebesar Rp20 juta,” katanya.
Jadi, diungkapkan Yongki, secara hitungan tanam cabai asalkan telaten itu dapat memberikan keuntungan secara signifikan. Sebab usianya juga tahan bertahun-tahun.
“Tanam cabai yang saya tanam sekarang ini sudah mau setahun. Karena dulu tanam sebelum puasa Ramadan dan sekarang sudah mau bulan puasa lagi,” katanya.
Namun memang, diungkapkan Yongki, hasil panen sekarang ini menurun lantaran pasca kekeringan atau kemarau tahun kemarin menyebabkan tanaman cabai kurang subur. Lantaran kekurangan air.
“Tapi sekarang ini harganya sudah turun. Di kisaran Rp30 ribu per kilo,” katanya.
Tapi itu juga lumayan, hasilnya bisa buat memenuhi ekonomi keluarga. Panen cabai itu sekali petik seminggu sekali.
“Tapi lumayan lah. Asalkan kita mau bekerja keras buat keluarga pastinya akan ada hasil,” katanya.
Petani lainnya Aca mengatakan, dalam bertani, kalau ingin mendapatkan keuntungan harus rajin merawat tanaman.
“Kemarin juga saya tanam timun dengan perawatan secara maksimal. Sekali panen dapat tiga kwintal saat harga Rp3.500 di ambil di kebun,” katanya.
Aca menegaskan, selain rajin perawatan harus fokus dalam bertani.
“Fokus itu maksudnya kita fokuskan jangan setelah tanam ditinggal. Tapi harus dilakukan perawatan secara berkala sehingga hasilnya akan memuaskan,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











