PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kesadaran masyarakat melakukan donor darah masih rendah, salah satunya penyebabnya warga takut dengan jarum suntik.
Akibatnya stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pandeglang minim.
Petugas Unit PMI Pandeglang Dani menyampaikan, banyak warga menghindari donor darah karena ketakutan terhadap jarum. Kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah masih rendah karena adanya persepsi bahwa jarum yang digunakan besar dan menakutkan.
“Kebanyakan sih yang saya cek di lapangan mereka takut jarum, jadi seolah-olah di mindset mereka donor darah ini, wah jarumnya besar, jadi kebanyakan takut jarum,” ungkapnya, Jumat 26 Januari 2024.
Menurutnya, sebagian masyarakat Pandeglang sudah memiliki kesadaran untuk secara rutin mendonorkan darah setiap dua atau tiga bulan, suatu hal yang patut disyukuri.
Namun, ada pandangan bahwa donor darah dapat menyebabkan pusing atau pingsan, meskipun sebenarnya hal tersebut tidak umum terjadi. Terdapat kekhawatiran dan ketakutan di kalangan mereka, sehingga menghindari partisipasi dalam kegiatan donor darah.
“Jadi mindset mereka ini masih ketakutan. Jadi hal-hal seperti itu dihindari, melakukan donor darah ada manfaatnya salah satunya untuk kesehatan jantung,” ujarnya.
Ia menyampaikan, sosialisasi telah dilakukan di berbagai kantor dan sekolah sebagai upaya untuk mengubah mindset ini. Meskipun demikian, tantangan muncul terutama di kantor-kantor yang belum memberikan contoh positif terkait dukungan terhadap kegiatan donor darah.
“Kita juga sudah berusaha sosialisasi diberbagai kantor-kantor di berbagai sekolah-sekolah sudah berjalan, tapi kalau yang kantor-kantor ini yang susah. Sebenernya kantor-kantor yang memberikan contoh,” katanya.
Kata dia, PMI Pandeglang rata-rata mengeluarkan 1.000 kantong darah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pasien di RSUD maupun klinik.
“Meskipun target kita lebih dari seribu, bahkan lima ratus pun sudah menjadi tantangan besar. Untuk mencapai target tersebut, kami bahkan harus mencari donor di luar daerah,” tuturnya.
Hingga saat ini, PMI Pandeglang mencatat tidak ada stok darah untuk golongan A dan AB. Sementara stok golongan B dan O hanya berjumlah 15 kantong.
“Dari jumlah tersebut, golongan B ada 10 dan golongan O ada 5, menunjukkan kebutuhan yang sangat mendesak. Biasanya, kita memasok stok darah ke semua RSUD di Pandeglang dan mengirimkannya ke klinik-klinik,” jelasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aas Arbi











