Seluruh unit kerja juga mengalami pertumbuhan positif yang baik.
“Capaian tertinggi dicapai oleh KPP Pratama Pandeglang sebesar 110,81 persen dan mengalami pertumbuhan 4,60 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi dialami oleh KPP Pratama Cilegon dengan pertumbuhan penerimaan 20,41 persen dibanding tahun sebelumnya,” tutur Cucu.
Salah satu faktor yang mendukung kinerja penerimaan pajak di Banten adalah pertumbuhan sektor pengangkutan dan pergudangan yang mencapai 34,49 persen.
Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 3,79 persen dari total penerimaan pajak di Banten.
Pertumbuhan sektor ini didorong oleh peningkatan aktivitas sektor perdagangan yang juga mengalami pertumbuhan positif yang baik di beberapa kabupaten/kota di Banten.
Walaupun sektor pengangkutan dan pergudangan tumbuh paling tinggi, sektor perdagangan besar dan sektor industri pengolahan masih menjadi leading sector yang memberikan kontribusi terbesar pada penerimaan pajak Banten, yaitu masing-masing sebesar 19,65 persen dan 18,76 persen.
Penerimaan perpajakan sektor perdagangan besar tumbuh 5,56 persen, sedangkan sektor industri pengolahan tumbuh 6,66 persen.
Ia mengatakan, secara keseluruhan, delapan sektor dominan yang ada di Kanwil DJP Banten memberikan kontribusi sebesar 54,43 persen dari total penerimaan pajak di wilayah Banten.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja seluruh sektor dominan khususnya sektor perdagangan besar dan industri pengolahan yang telah memberikan sumbangan signifikan, juga seluruh sektor yang telah berkinerja positif dalam memberikan kontribusi penerimaan pajak di wilayah kami,” tutur Cucu.
Ia berharap, keseluruhan sektor yang menjadi roda penggerak perekonomian di Banten dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Banten. (*)
Editor: Agus Priwandono











