CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mendesak Pemkot Cilegon untuk segera menangani kesulitan air bersih di tiga kecamatan.
Diketahui, sejumlah lingkungan di Kecamatan Pulomerak, Grogol, dan Purwakarta kerap alami kesulitan air bersih saat musim kemarau.
Hal itu lantaran lokasi lingkungan tersebut berada di dataran tinggi, sehingga sulit ditemukan mata air.
Masyarakat di tiga kecamatan itu baru bisa mendapatkan air bersih dengan mudah saat musim hujan.
Itu pun masyarakat dapatkan dari penampungan air atau sumur alami yang berada di tengah hutan.
Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Miraj, menjelaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Karena itu, ia dan jajaran DPRD Kota Cilegon lainnya merasa prihatin melihat kondisi kesulitan air bersih tersebut.
Karena itulah, DPRD Kota Cilegon mendorong agar Pemkot Cilegon menangani persoalan itu, sehingga masyarakat bisa mendapatkan hak dasarnya dengan mudah.
Bahkan, sebagai bentuk komitmen, DPRD Kota Cilegon mengefisiensikan anggaran agar bisa digunakan untuk penanganan persoalan air bersih itu.
“Kita konsisten, kita putuskan rapat-rapat tidak ada di hotel agar anggarannya dialihkan ke penanganan kekeringan,” papar Isro, Senin, 29 Januari 2024.
Bagi Isro, persoalan sulitnya mata air tidak bisa jadi alasan bagi Pemkot Cilegon.
“Yang skala besar itu selalu saya tekankan bagaimana masyarakat kita yang ada di Pulomerak, Grogol, Purwakarta bisa merasakan kebutuhan dasar mereka, yaitu air. Tidak ada istilah susah mata air, itu hak dasar masyarakat,” papar Isro. (*)
Editor: Agus Priwandono












