CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Kota Cilegon Faturohmi menggelar reses kedua di tahun 2024 di dua wilayah yakni Kelurahan Grogol dan Kotasari, Kecamatan Grogol.
Dari reses tersebut, Faturohmi banyak terima aspirasi dan keluhan dari masyarakat.
“Hari pertama (Jumat 2/2) kami melakukan reses di Lingkungan Cikebel RT 1 RW 2, Kelurahan Grogol. Banyak aspirasi atau masukkan dari masyarakat, salah satunya di sini masih terjadi blank spot atau belum ada sinyal internet,” katanya, Sabtu 3 Februari 2024.
Selain itu, pembangunan infrastruktur juga masih banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Seperti rutilahu, pembangunan jembatan serta tembok penahan tanah.
“Banyak infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat Cikebel, termasuk pembangunan jalan menuju ke wilayah Cikebel juga dikeluhkan karena hampir 6 tahun belum pernah mendapat pengaspalan ulang sehingga perlu mendapat bantuan dari pemerintah,” terangnya.
Selanjutnya, pada reses hari ke dua pada Sabtu 3 Februari digelar di Lingkungan Ciore Gede RT 2 RW 2, Kelurahan Kotasari juga menerima masukan dan aspirasi dari masyarakat.
“Jadi kalau di sini (Ciore Gede) kami terima aspirasi untuk dibuatnya jembatan untuk menghubungkan ke Lingkungan Masigit, Kelurahan Kotasari,” katanya.
Isu penyerapan tenaga kerja di Kotasari juga masih jadi masalah. Lantaran wilayah di Kelurahan Kotasari dan umumnya di Kecamatan Grogol itu banyak industri, sementara penyerapan tenaga kerja lokal masih minim.
“Jadi ini juga jadi masukan bagi kami yang akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Cilegon,” ujarnya.
Kemudian yang tak kalah pentingnya, permasalahan penerimaan bantuan sosial baik dari pemerintah daerah maupun pusat dinilai masih belum tepat sasaran.
” Untuk itu, kami ingatkan khusunya dinas terkait agar memperbaiki data-data tersebut untuk dilakukan pemutakhiran data agar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Selain itu, ancaman potensi terjadinya banjir di wilayah Kotasari menjadi pembahasan. Untuk itu, pihaknya menerima aspirasi untuk dibangunnya tanggul. Ketika debit air tinggi tidak meluap ke permukiman warga. (*)
Reporter: Raju
Editor: Aas Arbi











