SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polres Serang telah memetakan satu daerah rawan cukup tinggi dalam Pemilu 2024. Daerah ini sudah menjadi atensi khusus kepolisian.
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko mengungkapkan, daerah yang menjadi rawan dalam pelaksanaan Pemilu 2024 ini berada di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa. Alasan daerah ini menjadi rawan karena letak geografisnya.
“Kerawanan yang cukup tinggi karena desa yang memiliki empat TPS (tempat pemungutan suara-red) ini berada di Pulau Tunda dengan jarak tempuh sekitar tiga jam perjalanan menggunakan perahu,” kata Condro, Minggu, 11 Februari 2024.
Condro mengakui, selain daerah tersebut, daerah lain sebenarnya juga masuk kategori rawan. Ia enggan menggangap enteng setiap daerah. “Tapi kami tidak under estimate, semua TPS kami anggap rawan. Oleh karenanya, kami sudah perintahkan seluruh personel untuk melakukan tugas pengamanan dengan baik sesuai arahan yang sudah diberikan,” ungkapnya.
Condro mengatakan, dalam pengamanan pesta demokrasi pilpres dan pileg ini, Polres Serang mengerahkan ratusan personel yang dibantu oleh Polda Banten.
“Polres Serang mengerahkan sebanyak 610 personel yang terdiri dari kekuatan polsek sebanyak 242 personel, Polres Serang 178 personel, BKO Polda Banten 190 personel. Jumlah tersebut belum termasuk BKO (Bantuan Kendali Operasi) 83 personel Brimob serta 141 anggota TNI,” katanya.
Condro menjelaskan, para personel pengamanan ini akan ditugaskan di 2.667 TPS di wilayah hukum Polres Serang. Penempatan personel akan disesuaikan dengan tingkat kerawanannya.
“Untuk TPS kurang rawan, pola pengamanan 12 Polisi, 12 TPS dan 24 Linmas, kondisi rawan 2 Polisi 2 TPS 4 Linmas dan sangat rawan 2 Polisi 1 TPS Linmas,” ujar mantan Kasubdit Tipidter Dit Reskrimsus Polda Banten ini.
Condro menegaskan, tugas pengamanan TPS adalah tugas khusus, sehingga setiap personel yang tiba di lokasi harus melakukan pengecekan lokasi TPS yang akan diamankan, kenali siapa ketua maupun petugas PPS, Linmas maupun anggota Bhabinkamtibmasnya.
“Lakukan mapping situasi wilayah geografis dan karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing, tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman terorisme,” tutur alumnus Akpol 2005 ini.
Editor : Merwanda











