Di Dapil Banten III, Wahidin Halim-Andhika Hazrumy mendapatkan perolehan suara sebanyak 1.342.921 suara. Sementara, Rano Karno-Embay mendapatkan suara sebanyak 1.145.196 suara.
Sementara, Airin Rachmi Diany pada Pilkada Kota Tangsel 2015 memiliki suara 305.298 suara atau sekitar 59,62 persen dari total 920.582 suara.
Jika dibandingkan, jumlah suara yang diperoleh Airin di Pilkada Kota Tangsel 2015 saat melawan pasangan Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra, lebih tinggi dibandingkan perolehan suara Wahidin dan Rano Karno saat Pilgub Banten 2017 di Kota Tangsel.
Wahidin Halim di Kota Tangsel mendapatkan 259.737 suara dan Rano Karno sebanyak 285.275 suara.
Menurutnya, suara dari Dapil Banten III ini akan menjadi paramenter dari ketiga raksasa itu untuk maju Pilgub Banten 2024.
Jika salah satunya mendapatkan suara yang kecil dibandingkan calon lainnya atau bahkan tidak lolos di kursi DPR RI, maka hal itu akan menjadi suatu tantangan yang sulit untuk maju di Pilgub Banten nanti.
“Itu akan menjadi pertimbangan, karena mereka juga akan melihat dari hasil survei dan dukungan parpol pengusung dalam Pilkada. Elite politik pusat juga menentukan dalam hal menentukan calon yang akan diusung partai dalam kontestasi Pilkada,” paparnya.
Selain tiga nama raksasa itu, terdapat nama-nama lain juga yang akan meramaikan Pileg Dapil Banten III nanti. Seperti politisi Gerindra, Sufmi Dasco; Bendahara PDIP Banten, Marinus Gea; pertahana dari PKS, Mulyanto,dan Bos MNC Grup, Hari Tanoe.
Ia menyebut, suara dari para nama-nama itu tidak bisa dibiarkan. Mereka bisa menjadi kuda hitam pada Pilgub Banten 2024, mengingat Dapil Banten III merupakan Dapil yang berpotensial dengan jumlah DPT terbanyak di Banten.
“Secara keseluruhan jumlah kursi Banten 24 kursi, sementara Dapil Banten III untuk DPR RI berjumlah 10 kursi yang diperebutkan oleh beberapa mantan pejabat publik, figure, hingga konglomerat. Bisa juga kalau diibaratkan kompetisi sepak bola jika Dapil Banten III adalah grup neraka, karena persaingan sengit antar Caleg yang diunggulkan dari partainya masing-masing,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











