SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Istri seorang aparat penegak hukum di Kota Serang menceritakan pengalaman menggelitik saat maraknya money politic atau politik uang jelang pemilu.
Sebab, saat masa pemilu tiba rumahnya selalu dilewat serangan fajar oleh para tim sukses (timses) atau warga diamanatkan untuk menyebar uang.
“Istri saya cerita kalau para tetangga pada dapat, kita doang yang enggak dapat,” ujarnya yang enggan disebut namanya, Kamis 15 Februari 2024.
Ia menduga rumahnya sengaja dilewati oleh para timses atau pun warga yang hendak membagikan serangan fajar karena tahu profesinya sebagai aparat penegak hukum. “Mungkin sudah tahu kalau saya kerjaannya begini (sebagai aparat penegak hukum-red), jadi takut ditangkap,” katanya seraya tertawa.
Ia mengatakan, dirinya tidak berharap dengan serangan fajar. Sebab, mengambil uang atau paket sembako merupakan perbuatan yang melanggar hukum. “Walaupun cukup untuk beli rokok dua tiga bungkus, money politic itu dilarang,” katanya.
Salah satu pegawai di Kejari Serang yang enggan disebut namanya juga mengalami hal serupa. Banyak warga tetangganya yang mendapatkan serangan fajar sebelum hari H pencoblosan.
“Kemarin rame juga yang dapat, cuma rumah saya dilewat. Mungkin karena tahu saya kerja di kejaksaan,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Anggota Sentra Gakkumdu Serang Edwar mengaku pihaknya belum menangani kasus pidana pelanggaran Pemilu 2024. “Sampai saat ini belum (Kamis malam-red),” tutur pria yang menjabat sebagai Kasi Pidum Kejari Serang ini.
Editor : Merwanda











