PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persaingan sengit terjadi di Daerah Pemilihan (Dapil) Pandeglang I dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. Kandidat legislatif (caleg) bersaing untuk merebut 10 kursi di dapil ini, yang meliputi Kecamatan Cadasari, Kaduhejo, Koroncong, Pandeglang, Majasari, dan Karang Tanjung.
Partai politik (Parpol) gencar memperebutkan suara di dapil yang dijuluki ‘dapil neraka’ ini, dengan menempatkan caleg terbaiknya, Jumat 16 Februari 2024.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan penghitungan suara dan memperbarui informasi hitung suara melalui situs resmi Pemilu 2024 https://pemilu2024.kpu.go.id. Data sementara menunjukkan tujuh besar caleg DPRD Kabupaten Pandeglang dengan suara terbanyak dan berpotensi lolos.
Berdasarkan perhitungan sementara dari situs resmi Pemilu 2024, pada pukul 20.49 WIB, tujuh caleg dengan suara terbanyak diantaranya adalah Partai PKS Tb. Asep Rafiudin Arief (439 suara), Partai PDIP Ade Kadar Solikhat (570 suara), Partai Demokrat M. Fuhaira Amin (421 suara), Partai PKB Moch Syarif Hidayatullah (467 suara), Partai Gerinda Fikri Pebriansyah (320 suara), Partai Gerindra Aldi Rizki Mudjahidin (343 suara), dan Partai Golkar H. Gunawan (375 suara).
Namun, perlu dicatat bahwa ini hanyalah perhitungan sementara yang dapat berubah. dapil I dikenal sebagai daerah yang sangat kompetitif karena merupakan daerah perkotaan.
Perlu diketahui bahwa dapil I meliputi enam kecamatan, yaitu Kecamatan Cadasari, Kaduhejo, Koroncong, Pandeglang, Majasari, dan Karang Tanjung. Karena kompleksitasnya, Dapil ini sering disebut sebagai “Dapil Neraka”.
Persaingan yang ketat di Dapil 1 diprediksi akan berlanjut seiring dengan proses perhitungan suara yang masih berlangsung oleh KPU.
Sementara itu, dalam hal perolehan suara partai, Partai PKS memimpin dengan 1.449 suara, diikuti oleh Partai PKB (1.330 suara), Partai Gerindra (1.027 suara), Partai NasDem (1.122 suara), dan Partai Demokrat (918 suara).
Perolehan suara partai juga bersifat sementara dan masih dapat berubah seiring berjalannya proses perhitungan yang terus berlangsung.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











