SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Salah satu tim sukses (timses) calon legislatif (caleg) di Kota Serang meminta uang serangan fajar dikembalikan karena suara yang diperoleh tidak sesuai.
“Kejadiannya di kampung saya di Unyur (Kecamatan Serang-red). Uangnya diminta lagi karena perolehan suaranya enggak sesuai,” kata warga Unyur yang enggan disebutkan namanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 17 Februari 2024.
Ia mengatakan timses tersebut tampak emosi lantaran warga dianggapnya tidak komitmen.
“Orangnya marah-marah karena mungkin dapatnya enggak maksimal (perolehan suara-red),” ujar pria yang juga bertugas sebagai Linmas di Pemilu 2024 ini.
Namun pria yang bekerja sebagai tukang las ini tidak menyebutkan jumlah serangan fajar yang diberikan timses caleg tersebut. Ia hanya tertawa mengingat kejadian itu. “Ya lucu saja,” ujarnya seraya tertawa.
Untuk diketahui praktik money politic atau politik uang sangat marak pada Pemilu 2024 di Kota Serang. Para timses caleg berdatangan menemui warga.
Salah satu timses caleg Kota Serang yang enggan disebut namanya mengaku telah menyebar ratusan amplop jelang hari pencoblosan. Nilainya Rp100 ribu.
“Satu amplop Rp 100 ribu, yang disebar sudah 200-an,” ujarnya, Kamis 15 Februari 2024.
Menurut dia, praktik money politic sudah dianggap lumrah. Warga selalu menanyakan serangan fajar ketika disosialisasikan tentang sosok caleg. “Kalau ga ada duit susah, warga pada nanyain,” ungkapnya.
Ia menduga, menjadi timses caleg sepertinya tidak seorang diri. Satu caleg punya beberapa timses dan semuanya biasanya sudah disiapkan amplop untuk serangan fajar. “Ada yang lain juga,” katanya.
Diakui pria berambut keriting ini, serangan fajar sudah sangat masif di Kota Serang. Bahkan, ada timses caleg lain ingin masuk ke wilayahnya.
“Sebelumnya ada juga yang datang, tapi saya sudah kasih tahu kalau kompleks sudah disiram (diberi uang-red),” katanya.
Ia mengatakan, praktik money politic cukup efektif dalam mendongkrak suara. Jumlah suara yang didapatkan caleg cukup signifikan.
“Karena kita juga tanggung jawab kepada caleg kalau suaranya jeblok,” ujarnya.
Timses caleg lainnya mengungkapkan, dirinya menyiapkan Rp200 ribu untuk satu suara. Uang itu siap diberikan dengan syarat KTP-nya difoto atau foto KTP-nya diserahkan kepadanya. “Rp 200 ribu untuk DPR RI. Kirim foto KTP (syaratnya-red),” ujarnya.
Warga Kota Serang lainnya, DJ, mengatakan, besaran money politic untuk caleg Kota Serang ada yang nilainya Rp150 ribu. “Dia (menyebut caleg Kota Serang-red) amplopnya Rp150 ribu perorangan,” katanya.
Ia mengungkapkan, bahwa praktik money politic di Kota Serang sudah dianggap biasa oleh warga saat masa pemilu. Masyarakat sendiri kata dia sudah sangat mengharapkan dan menginginkan adanya serangan fajar. “Ga ada uang ga ada suara, kecuali calegnya kenal dekat,” ungkapnya.
Warga Kota Serang lainnya, WD, mengakui kompleksnya banyak didatangi caleg yang menawarkan serangan fajar. Bahkan, ada tiga timses caleg siap mengeluarkan uang ratusan ribu demi suara masyarakat.
“Di tempat saya ada tiga timses caleg masuk, Sama-sama siap duit semua mereka,” katanya.
Ia menerangkan, timses caleg ada yang menawarkan sistem paket. Artinya, satu amplop untuk dua caleg. “Ada paketnya, kemarin Rp 150 ribu untuk DPRD dan DPR RI,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor: Aas Arbi











