CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Upaya melestarikan seni sastra pantun di Kota Cilegon, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon menggelar Workshop Pantun di aula kantor DPK. Hal itu dilakukan lantaran pantun, pribahasa atau tutur kata elok di masyarakat Cilegon dianggap telah luntur.
Kepala DPK Kota Cilegon, Ismatullah mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari komunitas penulis, forum taman baca, hingga guru di Kota Cilegon.
“Pembelajaran ini sebagai bentuk tanggung jawab kita dan DPK membidik masalah ini untuk mengisi ruang kosong kepada anak muda sekarang, dan keliatannya anak-anak muda ini tidak ada yang bina dan bimbing di bidang ini,” kata Ismatullah, Selasa 20 Februari 2024.
Diterangkan Ismatullah, saat ini budaya pantun sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Untuk itu, pihaknya berupaya agar masyarakat Kota Cilegon terutama generasi muda bisa menyampaikan pendapatnya dengan tutur kata yang halus dan sopan melalui pantun.
“Jadi sebetulnya di Cilegon ini sudah ada pantun tetapi mulai hilang nih, makanya saya sedang mengumpulkan pantun-pantun, mudah-mudahan suatu saat menjadi buku sehingga nilai seperti itu akan kita lestarikan,” terangnya.
Lebih lanjut, Ismatullah menyampaikan, dalam kegiatan ini, DPK Kota Cilegon menggandeng Gabungan Komunitas Sastra Asean (Gaksa). Hal itu, upaya untuk menggairahkan dan menumbuhkan bibit-bibit sastrawan sehingga bisa populer secara nasional.
“Semoga dengan acara ini mulai terbuka bahwa orang Cilegon juga bisa berbuat terbaik untuk masyarakat Cilegon dan untuk masyarakat nasional umumnya,” harapnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk terus menggiatkan pelestarian kebudayaan pantun di Cilegon.
“Workshop ini sangat luar biasa spesial dari DPK bisa mendatangkan sastrawan dari singapura dan ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar literasi-literasi di Cilegon bangkit kembali,” tandasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Aditya











