TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pj Gubernur Banten Al Muktabar menyampaikan sebanyak 16 petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Banten meninggal dunia. Al menyebut 16 petugas KPPS yang meninggal itu sebagai pejuang demokrasi.
“Kepada saudara kita yang telah mendahului kita, kita nyatakan mereka adalah pejuang dan pahlawan demokrasi. Atas jasa-jasa mereka kami ucapkan terima kasih kepada keluarga, dan mendoakan saudara kita mendapat tempat yang layak di sisi Allah,” ujar Al saat memberi santunan kematian kepada salah satu keluarga petugas KPPS di Serpong Utara, Jumat, 23 Februari 2024.
Al menambahkan, Pemprov Banten dan Pemkot Tangsel hadir bersama-sama untuk membantu dan mendukung keluarga petugas KPPS yang ditinggalkan.
Al menyatakan, pemerintah juga terus memantau para petugas KPPS yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit akibat kelelahan menjalankan tugas selama Pemilu.
“Yang dalam keadaan sakit juga masih dalam pantauan kita, tentu akan terakses pada layanan kesehatan pemerintah, kita fasilitasi BPJS dan UHC-nya dan terus kita pantau perkembangannya, semoga semua baik-baik saja,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel sedang mengurus BPJS Ketenagakerjaan dua petugas KPPS Tangsel yang meninggal dunia. Menurut Benyamin, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pihaknya juga akan mengurus administrasi kependudukan yang baru bagi keluarga korban.
Editor : Merwanda











