SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 7 Desa Wisata didaftarkan untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di tahun ini. Salah satu diantaranya ialah Desa Margagiri yang menjadi juara umum LKBA 2023 lalu.
Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata Pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Dito Candra Wirastyo mengatakan, ada peningkatan jumlah desa yang mendaftar untuk mengikuti ADWI 2024.
“Ada peningkatan, tahun lalu itu kita ada 5 desa yang daftar, tahun ini kita ada 7 desa yang daftar,” katanya, Senin 15 April 2024.
Semakin meningkatnya antusias desa wisata untuk mengikuti ADWI 2024 dipicu dengan capaian prestasi yang didapatkan oleh Pemkab Serang saat mengikuti ajang tersebut.
“Pertama Cikolelet itu meraih 50 besar, ini menjadi pemicu bagi desa lain, karena bukan hanya penghargaan, tapi ada banyak perhatian masuk dari berbagai pihak ke desa Cikolelet,” katanya.
Ia mengatakan, ke 7 desa yang didaftarkan tersebut memiliki kategori dan destinasi wisata yang beragam. Namun demikian ia memastikan jika ke 7 desa tersebut telah memenuhi lima kategori yang ditentukan oleh Kemenparekraf.
” Ini kategori amenitas, daya tarik, SDM dan kelembagaan, digital, dan ke lima resiliensi. Reseliensi ini membedakan dari tahun sebelumnya dimana lebih pada lingkungan atau ekosistem berkelanjutan yang didalamnya ada manajemen resiko terhadap desa wisata,” tegasnya.
Ia menjelaskan ke tujuh desa yang didaftarkan di ajang ADWI 2024 terdiri dari Desa Tirtayasa dengan daya tarik Bumi Tirtayasa, Desa Curiggoong dengan daya tarik wisata alam, Situ Terate, Kecamatan Cikande.
“Lalu Desa Margagiri di Kecamatan Bojonegara, Margagiri didorong menjadi salah satu peserta ADWI krena memiliki kehandalan peran serta masyarakat kemudian partisipasi masyarakat dan beberapa tahun terakhir menjadi juara umum LKBA,” tegasnya.
Selain itu, desa Padarincang dengan daya tarik Kacida Cibuntu, Desa Sukabares Kecamatan Waringinkurung dan terakhir Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer.
“Kami sudah melakukan pembinaan dan monitoring dan evaluasi ke lapangan terhadap desa wisata. Kemudian pembinaan dan pembekalan juga dilakukan kepada Pokdarwis dan kelompok lembaga masyarakat di desa untuk meningkatkan peran eksistensi terhadap desa wisata,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasandaya mengatakan, di tahun ini sebenarnya pihaknya ingin mendaftarkan sebanyak 9 desa di Kabupaten Serang untuk mengikuti ADWI 2024.
“Dari 31 desa wisata di Kabupaten Serang yang ikut 7 desa. Sebenarnya 9 namun 2 desa tidak bisa assessment yaitu Desa Katulisan dan Desa Wargasara. Jadi ga bisa lanjut,” jelasnya
Ia mengatakan, meskipun Desa Margagiri tidak memiliki destinasi wisata alam di wilayahnya, namun ada salah satu kategori yang tepat untuk Desa Margagiri, yakni mengenai pengembangan SDM dan kelembagaan.
“Margagiri masuk pemberdayaan SDM, kita yakin Margagiri bisa berjuang karena punya banyak pengalaman,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











