SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Warga yang tinggal di Kampung Nagreg dan Kampung Cigobang, Desa Kemuning, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang diminta tetap waspada karena intensitas hujan masih tinggi.
Camat Tunjung Teja Asep Kurniawan mengatakan, hujan saat ini masih mengguyur di kawasan tersebut. Bahkan, ia juga mendapati informasi di Kabupaten Lebak juga saat ini sedang diguyur hujan.
“Informasi dari sekdes di sana hujan lagi, kita mau antisipasi minta BPBD buat mengirimkan perahu karet,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat, 19 April 2024.
Untuk itu, ia meminta masyarakat tetap waspada dengan kondisi tersebut mengingat potensi banjir semakin parah. Apalagi, ada 10 kepala keluarga yang menolak untuk dievakuasi dan memilih bertahan di rumah mereka.
“Khawatir nanti bertambah besar, di dua kampung itu warga di sana terisolir. Sekarang airnya belum surut. Untuk warga Desa Kemuning, khususnya di dua kampung itu untuk waspada dan memantau debit air khawatir air datang mendadak,” tegasnya.
Ia mengaku di wilayah tersebut memang langganan banjir. Namun, banjir kali ini lebih parah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.”Sering kalau curah hujan tinggi Sungai Cisangu itu meluap. Memang langganan banjir, tapi biasanya cepat surutnya. Sekarang paling parah, karena Cisangu sudah pendangkalan dan mengecil ya belum lagi di Lebak curah hujannya tinggi,” tegasnya.
Ia berharap, selain bantuan perahu karet, ada juga bantuan berupa makanan ringan kepada warga terdampak banjir.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Bandan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, sekira 28 rumah di dua kampung tersebut yang terendam banjir. “Kurang lebih ada sebanyak 275 jiwa yang terdampak banjir di sana dari total 122 kepala keluarga,” terangnya.
Untuk kondisi saat ini, di lokasi kembali terjadi hujan deras. Untuk itu, ia meminta kepada warga yang ada di dua lokasi tersebut untuk waspada.
“Saat ini hujan turun deras lagi di sana, mau tidak mau dengan kondisi itu air akan kembali laik. Kalau terjadi kenaikan alir lagi kita akan segera ke lapangan, kita akan melakukan evakuasi karena ada 10 KK yang tidak diungsikan,” terangnya. (*)
Editor : Merwanda











