PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jembatan gantung Nanggala di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandaglang sepanjang 60 meter tak kunjung diperbaiki tetapi masih dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Jembatan di Kampung Sukajaya yang menghubungkan antar kampung itu sudah beberapa kali diperbaiki oleh pemerintah desa tetapi kondisinya hingga saat ini terputus akibat faktor tanah longsor.
Kepala Desa Nanggala Sumarna membenarkan kondisi jembatan gantung itu terputus dan masih digunakan masyarakat sebagai satu-satunya akses jalan.
“Ya, jembatan tersebut telah beberapa kali diperbaiki oleh pemerintah desa, namun saat ini sudah terputus. Meskipun demikian, masyarakat masih menggunakannya meskipun dengan rasa was-was dan kekhawatiran akan terputus akibat air yang meluap,” ungkapnya, Selasa 23 April 2024.
“Kami upayakan perbaikan seadanya agar bisa dilalui masyarakat dua kampung di Desa Nanggala. Kami masih menunggu gerak cepat Pemkab Pandeglang agar tidak menimbulkan korban apalagi banyak anak sekolah yang melintasi di jembatan itu,” sambungnya.
Menurut Sumarna, jembatan tersebut berusia sekitar 25 tahun, dan terputus disebabkan oleh erosi dan hampir terbawa banjir.
“Faktor utamanya adalah tanah yang labil, yang menyebabkan kerusakan pada tugu penyangga kabel seling. Kami melakukan perbaikan, meskipun hanya sementara dan hasil swadaya masyarakat bersama pemerintah desa,” ujarnya.
Ditambahkannya, meskipun telah beberapa kali diajukan pembangunan melalui DPUPR Pandeglang dan Provinsi Banten, hingga saat ini belum ada realisasinya.
“Kami telah mengajukan permohonan pembangunan permanen kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten, tapi belum ada tanda-tanda jembatan itu akan segera dibangun,” tambahnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang dapat segera turun tangan untuk membantu memperbaiki jembatan yang menghubungkan dua kampung di Desa Nanggala tersebut.
“Kami masih menantikan langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang agar dapat menghindari terjadinya korban, terutama mengingat banyaknya anak sekolah yang melewati jembatan tersebut,” harapnya.
Kepala DPUPR Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat menyatakan, soal jembatan tersebut pihaknya akan mengajukan pembangunan jembatan itu ke DPUPR Provinsi Banten dan Kementerian PUPR.
“Untuk penanganan jembatan gantung tersebut, sebenarnya kami Dinas PUPR sudah pernah mengajukan baik tingkat kabupaten, Provinsi maupun Pusat dan akan terus kami ajukan kembali agar pembangunan jembatan di Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik itu menjadi prioritas di tahun 2025 nanti,” ungkap Asep Rahmat.
Menurut Asep Rahmat, anggaran Kabupaten Pandeglang untuk tahun 2024 lebih banyak difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan kabupaten.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aas Arbi











