CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dua puluh hari jelang Idul Adha 1445 Hijriah, penjual lapak hewan kurban di Kota Cilegon mulai menjamur.
Seperti lapak Ende Asna Farm yang berada di Jalan Sambiranggon, RT 03 RW 05, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, yang menjual hewan kurban sapi, kerbau, dan kambing.
Owner Ende Asna Farm, Syarif Hidayatullah mengatakan, menjual hewan kurban sudah rutin dilakukan setiap tahun jelang Hari Raya Idul Adha.
“Untuk jualan saya menurunkan dari ibu, kebetulan ibu saya itu sudah menjual hewan kurban sejak tahun 2000. Jadi sudah rutin lah setiap tahun saya jualan,” kata Syarif saat berbincang dengan RADARBANTEN.CO.ID di lapaknya, Selasa, 28 Mei 2024.
Lebih lanjut, Syarif menjelaskan, hewan kurban dijual itu ia datangkan dari luar Kota Cilegon.
“Untuk hewan ini hampir seluruhnya dari Jawa, di kloter pertama ini saya mendatangkan sapi 17 ekor, kerbau enam ekor, kambing 33 ekor, dan domba 30 ekor,” jelasnya.
Ia menyampaikan, untuk kesehatan hewan menjadi prioritas yang diperhatikan. Makanya, ketika hewan datang langsung di suntik vitamin. Bahkan, ketika hewan di kandang selalu dikontrol oleh dokter hewan.
“Insya Allah hewan kurban di kami terjamin dari berbagai penyakit hewan seperti Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) semuanya sudah diberikan vaksin,” terangnya.
Syarif menyampaikan bahwa untuk harga tergantung dari berat bobot hewan.
“Untuk sapi mulai dari harga Rp 18,5 juta dengan bobot hidup 200 kilogram dan kambing Rp 2,8 juta dengan bobot 20 kilogram,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kelebihan membeli di lapaknya, konsumen akan mendapatkan gratis biaya pengiriman, gratis perawatan hewan, dan garansi untuk kesehatan hewan.
“Insya Allah kalau pengiriman juga kita sampai Jabodetabek kita layani,” katanya.
Dokter berwenang pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Dina Safitri, mengaku dalam waktu dekat ini, pihaknya bakal melakukan pemantauan sekaligus memeriksa hewan kurban yang berada di lapak-lapak penjualan hewan di Cilegon.
“Semua lokasi penampungan dan lapak penjualan hewan kurban yang ada di Kota Cilegon akan dilakukan pemeriksaan. Hal itu untuk memastikan dan menjamin kesehatan pada hewan,” kata Dina.
“Biasanya kita melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu dua minggu sebelum perayaan Idul Adha dan hasil pemeriksaannya akan diserahkan jika memenuhi kriteria sehat dan tidak memiliki penyakit,” tambah Dina.
Dina mengungkapkan, terkait dengan vaksin PMK dan LSD atau cacar sapi bakal dilakukan melalui tim vaksinasi DKPP Kota Cilegon.
“Untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu akan dilaksanakan secara aktif dengan mendatangi semua lokasi hewan kurban di Kota Cilegon,” ungkapnya.
Selain diberikan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) hewan kurban juga diberikan disinfektan, leaflet dan stiker untuk menunjukan bahwa lokasi tersebut sudah diperiksa oleh Tim Keswan dan Kesmavet DKPP Kota Cilegon.
“Dengan adanya tanda itu, untuk memastikan bahwa hewan kurban layak disembelih dan menjamin kondisi hewan aman dan sehat,” tukasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











